"Pada awal bulan, rupiah masih terapresiasi dari dolar Amerika Serikat, tapi pada minggu kelima Agustus, rupiah mengalami depresiasi dari semua mata uang asing," ujar Kepala BPS Suhariyanto, Jumat (15/9).
Ketjuk, sapaan akrabnya, merinci bahwa depresiasi terdalam terjadi pada euro. Tercatat, rupiah melemah hingga 2,66 persen menjadi Rp15.880,54 per euro. Diikuti, depresiasi sebesar 1,94 persen menjadi Rp121,02 per yen Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara keseluruhan, pada akhir Agustus 2017, rata-rata nasional nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 6,64 poin," katanya.
Kemudian, nilai tukar rupiah tertinggi terhadap yen Jepang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) Rp115,5 dan nilai tukar terendah terjadi di Banten senilai Rp123 per yen Jepang.
Terakhir, terhadap euro, nilai terendah rupiah terjadi di Maluku Utara sebesar Rp15.993 per euro dan nilai tertinggi terjadi di Papua Rp15.344 per euro.