"Kemungkinan besar gedung-gedungnya Bank Mandiri. Tahun ini insyallah," ujar Menteri BUMN Rini Soemarno di Bursa Efek Indonesia, Rabu (20/9).
Ini merupakan salah satu cara BUMN untuk menghimpun dana, utamanya dari aset-aset tetap (fixed assets). Selain Bank Mandiri, rencananya akan ada properti milik BUMN lain yang akan menjadi aset dasar pelaksanaan DIRE.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pemerintah telah menurunkan tarif Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk pengalihan hak atas tanah dan bangunan yang menjadi aset DIRE.
"Kami mempersiapkan DIRE ini kan selama ini didorong pemerintah. Ini pula yang terjadi di Singapura," paparnya.
Selain itu, BUMN juga sudah memberlakukan skema KIK untuk EBA-Surat Partisipasi bagi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, di mana sekuritisasinya akan dilakukan oleh PT Sarana Multigriya Infrastruktur (SMF).
Pendanaan ini akan digunakan untuk membiayai belanja modal BUMN. Di tahun ini, perusahaan pelat merah mengalokasikan belanja modal sebanyak Rp475 triliun. Angka ini akan bertambah menjadi Rp800 triliun pada 2018 nanti.