"Pasti harga wajar saham bakal dikaji kembali, karena pastinya penurunan suku bunga akan mendorong pertumbuhan kredit lebih besar lagi," ucap Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang.
Umumnya, acuan nilai wajar suatu harga saham dilihat dari price to earning ratio (PER) tiap emiten. PER merupakan perbandingan antara harga saham dengan laba bersih perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, Edwin meyakini, saham perbankan masih akan menjadi incaran mayoritas pelaku pasar untuk pekan ini. Bahkan, ia pesimis pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit taking) terlebih dahulu atas kenaikan harga saham emiten perbankan pekan lalu.
Tak sependapat, Kiswoyo menilai, harga saham perbankan berpeluang melemah pada awal pekan ini karena aksi ambil untung oleh pelaku pasar. Namun setelah itu, aksi beli akan kembali dilakukan sehingga harga saham perbankan tetap berpotensi menguat jika diukur sepanjang pekan ini.
"Kan IHSG menuju level 6.000, jadi kemungkinan menguat lagi," kata Kiswoyo.
Adapun, Reza menuturkan, aksi ambil untung ini terutama akan melanda beberapa emiten perbankan yang meningkat signifikan pekan lalu, seperti BCA, BNI, dan BRI. Artinya, ada potensi peralihan aksi beli ke beberapa emiten perbankan lain yang belum menguat pekan lalu.