BI Gelar Rakor Pemerintah Pusat-Daerah Genjot Ekonomi Jabar

Yuliyanna Fauzi, CNN Indonesia | Selasa, 26/09/2017 15:54 WIB
Dalam rapat ini, BI akan fokus membedah sektor industri apa saja yang bisa dikembangkan dan diciptakan untuk mencapai target pertumbuhan di Jabar. Dalam rapat ini, BI akan fokus membedah sektor industri apa saja yang bisa dikembangkan dan diciptakan untuk mencapai target pertumbuhan di Jabar. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi).
Bandung, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) akan menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah (Rakorpusda) Provinsi Jawa Barat. Rakorpusda ini akan menggenjot pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan stabil dari tahun lalu sebesar 5,67 persen.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo mengungkapkan, rapat kali ini akan fokus membedah sektor industri apa saja yang bisa dikembangkan dan diciptakan untuk mencapai target pertumbuhan tersebut.

Adapun bedah sektor tersebut merujuk pada lima indikator. Pertama, peningkatan infrastruktur dasar. Kedua, pemerataan ekonomi kewilayahan. Ketiga, peningkatan kapasitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).


"Lalu (keempat), sinergi regulasi pusat dan daerah untuk mendukung investasi. Serta (kelima), soal pembiayaan," ujarnya dalam konferensi pers jelang rakorpusda di Hotel Intercontinental Dago Pakar, Selasa (26/9).

Lebih lanjut ia menuturkan, hal ini perlu dilakukan lantaran pertumbuhan ekonomi Jawa Barat merupakan penyumbang terbesar ketiga terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut masih belum merata dirasakan oleh tiap bagian Jawa Barat, khususnya utara dan selatan.

"BI ingin peningkatan ekonomi Jawa Barat ini tidak hanya tinggi, tapi inklusif berkesinambungan dan mencapai Nawacita pemerintah serta peningkatan daya saing industri. Sehingga, dapat mengatasi masalah ketimpangan," jelasnya.

Secara khusus, BI ingin melihat lebih jauh dampak perkembangan infrastruktur kepada pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Sebab, di saat yang bersamaan, banyak infrastruktur baru yang tengah dibangun di Jawa Barat.

"Misalnya, tol Cisandawu dan lainnya. Lalu, ada Pelabuhan Patimban di utara Jawa dan Bandara Kertajati yang ditargetkan selesai Desember tahun depan. Semua itu kami lihat dampaknya," imbuh Dody.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat Wiwiek Sisto Widayat bilang, saat ini, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dominan ditopang oleh industri pengolahan.

"Berdasarkan lapangan usaha, kontribusi besar pertumbuhan ekonomi dari industri pengolahan sekitar 42 persen sampai 43 persen," katanya pada kesempatan yang sama.

Sedangkan, sektor industri lain yang turut memberi kontribusi, yaitu perdagangan besar sekitar 15 persen, pertanian, perkebunan, dan perikanan 9 persen, konstruksi 7 persen, dan transportasi 4 persen sampai 5 persen.

"Di utara Jawa Barat itu dominan (kontribusi dari) industri pengolahan. Bandung tengah itu perdagangan besar. Sedangkan, selatan itu pertanian dan perikanan," terang Wiwiek.

Adapun, pada kuartal I 2017, ekonomi Jawa Barat tumbuh 5,28 persen dan 5,29 persen pada kuartal II 2017 secara tahunan (year on year/yoy). Sedangkan, sampai akhir tahun ini, ditargetkan setara dengan capaian tahun lalu, 5,67 persen dan dalam dua tahun lagi bisa mencapai 7,0 persen.

Pada rakorpusda esok hari, BI akan menggelar diskusi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, hingga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. (bir)