Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, tercatat hanya 720 UMKM dari total 56,46 juta unit UMKM Indonesia yang sudah menembus pasar Asia Tenggara.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlina mengungkapkan, kinerja UMKM Indonesia masih perlu didorong untuk menghasilkan barang bernilai ekspor tinggi agar mampu bersaing di kancah internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Hanya 720 Unit UMKM Indonesia Tembus Asean |
Kendati demikian, pasar utama produk ekspor Indonesia seperti Uni Eropa dan juga Amerika tetap harus dipertahankan.
Menurut dia, perjanjian perdagangan bilateral perlu ditingkatkan untuk mendorong kinerja ekspor UMKM, melalui penghapusan hambatan tarif maupun nontarif.
"Target pemerintah adalah dalam rangka penghilangan hambatan tarif dan non tarif," tegasnya.
Kementerian juga mengaku memberi insentif berupa skema kemudahan impor tujuan ekspor (KITE). Nantinya, pegiat UMKM akan diuntungkan melalui kelonggaran tarif impor bahan baku yang akan diolah untuk ekspor.
Pemerintah juga berniat melakukan reposisi dan reorientasi para perwakilan dagang Indonesia yang ada di luar negeri. Pasalnya, perwakilan dagang Indonesia tidak hanya menjadi agen pemerintahan, tetapi juga berfungsi sebagai agen bisnis.
Ia meminta perwakilan perdagangan Indonesia bisa mencermati ekspor UMKM Indonesia secara rinci.