Direktur Utama Perumnas Bambang Triwibowo mengatakan, perseroan bersama KAI akan membangun empat menara di atas lahan seluas 27.706 meter persegi (m2). Keduanya menargetkan empat menara tersebut bisa menampung 3.693 unit hunian.
"Sekitar 30 persen dari jumlah hunian memang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah," ujarnya, Senin (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Khusus untuk rusunami, tipe hunian paling minimal adalah dengan luas tipe kurang lebih 32 meter persegi atau 1 kamar tidur," papar Bambang.
"Sehingga, idealnya tidak hanya kebutuhan hunian yang akan terpenuhi, tapi juga penciptaan nilai tambah perekonomian baru pada wilayah tersebut akan terwujud," imbuh Bambang.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menyatakan, pembangunan rusun ini menjadi solusi dari kebutuhan hunian bagi masyarakat.
"Pembangunan ini akan mengefisiensikan biaya transportasi penghuni karena terintegrasi langsung dengan kereta," tutur Edi.
Ia menerangkan, pengguna transportasi commuter line mencapai 1,02 juta orang per hari. Angka itu diprediksi terus meningkat dan mencapai target 1,2 juta penumpang per hari dalam dua tahun mendatang atau pada 2019.
Sebelumnya, Perumnas dan KAI juga telah meresmikan proyek hunian TOD di Stasiun Tanjung Barat pada akhir Agustus lalu. Proyek tersebut meliputi pembangunan 3 menara dengan total 29 lantai yang akan menampung 1.232 unit di atas lahan seluas 15.244 meter persegi.