Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda mengungkapkan, per 4 Oktober 2017, pembeli (buyer) dari 65 negara sudah mendaftar secara online untuk mengunjungi TEI 2017.
"Diharapkan para buyer ini dapat menjajaki dan menjalin kerja sama dengan eksportir produk Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi Jakarta hari ini, Kamis (5/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyatakan, pemerintah menargetkan TEI 2017 bakal dihadiri 16 ribu pembeli. TEI 2017 mempersiapkan area seluas 50 ribu meter persegi. Area tersebut akan digunakan untuk menampung peserta pameran yang ditargetkan mencapai 1.100 perusahaan nasional.
Selain pembagian ke dalam tujuh zonasi, ada pula zona khusus, yaitu Zona Indonesia Design Development Center (IDDC) dan Zona Import Promotion Desk (IPD) Jerman.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan menargetkan nilai transaksi sebesar US$1,1 miliar setara Rp14,6 triliun dari TEI 2017.
Pada TEI di tahun lalu, dibukukan transaksi sebesar US$1,02 miliar. Produk utama yang diminati antara lain furnitur, produk elektronik, makanan olahan, kopi, dan rempah-rempah.
TEI 2016 berhasil menarik 15.567 pembeli internasional dari 126 negara, serta menghadirkan 1.066 peserta pameran yang menampilkan produk-produk terbaik Indonesia.