Pemerintah sendiri bakal mewajibkan seluruh pembayaran secara non tunai mulai akhir Oktober ini. Saat ini, baru kartu uang elektronik yang diterbitkan bank-bank BUMN dan BCA yang sudah bisa digunakan untuk pembayaran e-toll.
"E-toll ini tergantung pada kemauan banknya, tidak ada hambatan. BCA sudah dibuka. Nanti akhir desember tambah lagi tiga bank, Nobu, Bank DKI, dan Bank Mega," ujar Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Pungky P. Wibowo di Jakarta, Selasa (10/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Membutuhkan waktu kan. Saat ini, mereka (Bank BUMN dan BCA) itu untuk pembayaran toll bentuknya sharing investasi terhadap infrastruktur yang sudah dibangun sebelumnya," ungkap dia.
Adapun untuk tiga bank lainnya yang akan melayani pembayaran e-toll di Desember, Pungky mengaku belum tahu pasti skema yang nantinya akan digunakan. Saat ini, menurut Punky, sekitar 75 persen gerbang tol sudah melayani pembayaran tol non tunai. Ia pun optimis pembayaran non tunai pada gerbang tol akan mencapai 100 persen pada
"Memang ada beberapa di luar kota yang sedang kami selesaikan juga," ungkap dia.
Untuk masuk pada pembayaran tol yang semula hanya dikelola oleh bank-bank BUMN, pihaknya telah sepakat untuk melakukan pembagian investasi. Dengan demikian, BCA membayarkan sebagian investasi yang telah dikeluarkan bank-bank BUMN untuk memproses transaksi pembayaran toll.