Jasa Marga Berencana Lego Saham Tol Bali Mandara

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 11/10/2017 14:27 WIB
Jasa Marga Berencana Lego Saham Tol Bali Mandara Hasil penjualan saham jalan tol yang dioperasikan oleh PT Jasa Marga Bali Tol tersebut akan digunakan untuk pembangunan ruas-ruas jalan tol baru. (Dok. Hutama Karya)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk berencana menjual kepemilikan jalan tol di atas Laut Bali Mandara. Hasil penjualan jalan tol yang dioperasikan oleh PT Jasa Marga Bali Tol itu akan digunakan untuk pembangunan ruas-ruas jalan tol baru.

"Pelepasan jalan tol Bali Mandara masih wacana. Ini memang belum masuk di Rencana Kerja Anggaran Perusahaan [RKAP] kami tahun ini dan mungkin akan kami lakukan di tahun depan atau di tahun 2019, tetapi pasti tidak tahun ini," ujar Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Rabu (11/10).

Namun, berdasarkan RKAP 2017, jalan tol Bali-Mandara tersebut pada tahun ini dinilai bakal merugi Rp77 miliar dengan asumsi menyumbangkan pendapatan Rp154 miliar.



Berdasarkan paparan Desi di depan Komisi VI, Jasa Marga memiliki 55, 01 persen saham Jasa Marga Tol Bali. Sisanya dimiliki oleh PT Pelindo III (17,58 persen), Pemerintah Provinsi Bali (8 persen), Pemerintah Kabupaten Badung (8,01 persen), PT Angkasa Pura I (8 persen), PT Adhi Karya Tbk (1 persen), PT Hutama Karya (1 persen), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (1 persen), dan PT Wijaya Karya Tbk (0,4 persen).

Saat ini, perseroan mengaku masih dalam tahap awal untuk menjajaki minat investor. Penawaran penjualan pun belum dilakukan secara resmi dan terbuka.

Langkah pelepasan aset jalan tol sebenarnya sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo [Jokowi]. Saat menghadiri Musrenbang Nasional 2017 pada April lalu, Jokowi meminta BUMN untuk menjual proyek infrastruktur yang sudah rampung dibangun kepada swasta. Salah satu bentuknya adalah melalui sekuritisasi aset.


"Dulu BUMN senangnya memiliki, setiap bulan dapat income. Itu kuno. Yang membutuhkan jalan bukan hanya Jawa. Kalau tidak ada sekuritisasi, tidak akan jalan pembangunan infrastruktur," ujar Jokowi.

Pembangunan jalan tol sepanjang 10 kilometer (km) ini menelan investasi awal sebesar Rp2,01 triliun. Pembangunan jalan tol dilakukan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero) selama setahun dan resmi beroperasi pada September 2013. Masa konsesi operasional jalan tol mencapai 45 tahun atau berakhir pada 2057.

Sepanjang tahun lalu, jalan tol Bali Mandiri dilalui oleh 17 juta kendaraan. Dengan volume kendaraan tersebut, pendapatan jalan tol Bali Mandara mencapai Rp143 miliar atau tumbuh sekitar 16,3 persen dari raupan tahun 2015, Rp123 miliar.