Beli Rusun Rp7 Juta per Meter Bonus Kereta

Lavinda, CNN Indonesia | Rabu, 11/10/2017 06:15 WIB
Beli Rusun Rp7 Juta per Meter Bonus Kereta Pemerintah melalui badan usaha milik negara (BUMN) menawarkan hunian sederhana seharga Rp7 juta per meter di kawasan persinggahan kereta api. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah melalui badan usaha milik negara (BUMN) menawarkan hunian sederhana seharga Rp7 juta per meter di kawasan persinggahan kereta api atau transit oriented development (TOD) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta.

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, akan membangun tiga gedung apartemen sederhana dengan total 1.865 unit hunian di lahan seluas 8.560 meter persegi milik PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Sebanyak 35 persen dari total hunian atau sekitar 480 unit yang berada di dalam satu bangunan ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Hunian dengan dua tipe yakni, studio seluas 32 m2 dan tipe dua kamar seluas 36 m2, ditawarkan dengan harga Rp7 juta per meter.



"Harga hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah harus Rp7 juta dengan kualitas baik. Seharusnya harga tetap segitu setelah tiga tahun bangunan rampung," tegas Menteri BUMN Rini Soemarno usai pembangunan awal (Groundbreaking) kawasan TOD di Stasiun Pasar Senen, Selasa(10/10).

Sisanya 882 unit apartemen yang berada di dalam dua gedung akan ditawarkan untuk masyarakat menengah ke bawah. Sayangnya, pengembang enggan menyebutkan harga hunian tipe tersebut.

Rini menegaskan, pengembang harus melihat tidak hanya pada keuntungan, tetapi juga upaya membantu masyarakat untuk memperoleh hunian memadai.

"Nanti, pembeli tidak boleh sembarangan menjual lagi. Boleh jual dengan harga pasar tapi kepada pengelola, supaya bisa digunakan lagi oleh masyarakat berpenghasilan rendah lain," ungkapnya.

Sebanyak 90 persen penyaluran rumah susun sederhana itu dilakukan melalui empat perbankan milik negara yakni, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, terutama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Sisanya 10 persen bisa melalui bank swasta.

Melalui kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), masyarakat bisa membeli hunian melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dengan bantuan subsidi uang muka dan cicilan dari pemerintah.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan kawasan TOD diharapkan bisa mengurangi backlog perumahan dan memberi kenyamanan bagi masyarakat kalangan bawah di perkotaan.

Selama ini, masyarakat kalangan atas tinggal di tengah kota, sedangkan masyarakat menengah ke bawah tinggal di pinggir kota. Padahal, menurut dia, orang berpenghasilan rendah seharusnya tinggal di tengah kota untuk mendorong efisiensi biaya transportasi.

Dalam pidatonya, Basuki sempat berseloroh, pada pemerintahan saat ini masyarakat bisa membeli apartemen dengan sekaligus mendapat bonus kereta api di kawasan TOD.

"Begitu keluar rumah, langsung prit dijemput kereta, hunian yang dibangun ini sangat mewah lho sebenarnya," ujarnya.

Pembangunan kawasan TOD Stasiun Pasar Senen ini merupakan proyek ketiga tahun ini setelah dua pengembangan TOD lain di Stasiun Tanjung Barat dan Stasiun Pondok Cina.

Hal itu juga melengkapi rencana pengembangan kawasan di lokasi persinggahan kereta cepat sepanjang Jakarta-Bandung (Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar).

Ke depan, WIKA bersama KAI berkomitmen membangun kawasan TOD di aset-aset tanah milik KAI yang terintegrasi dengan stasiun untuk memudahkan mobilitas warga.

Melalui pembangunan TOD, kabupaten atau kota yang dilewati jalur kerea api dapat mengembangkan wilayah pertumbuhan baru dengan infrastruktur memadai agar menjadi sentra bisnis, kawasan hunian, pusat pemerintahan, pendidikan, dan wisata bagi masyarakat.

"Upaya ini diharapkan bisa menjadi model bagi pengembangan kawasan layak huni dan ramah lingkungan di tanah air," paparnya.