James Taylor, Head of research Jones Lang Lasalle (JLL), perusahaan konsultan properti mengemukakan, tingkat serapan penyewaan pertokoan di mal tercatat sebesar 20.100 per meter persegi pada kuartal ketiga tahun ini.
Tercatat, sektor makanan dan minuman masih menjadi bisnis yang paling atraktif sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Pasalnya, mal masih menjadi tujuan masyarakat untuk berkumpul pada akhir pekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini ekspansi F&B tidak hanya terjadi di pusat perbelanjaan, tetapi juga di area residensial dan gedung perkantoran," terang James, Rabu (11/10).
James menambahkan, jumlah serapan penyewaan toko sebenarnya meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya, karena adanya pasokan baru sebesar 60 ribu meter persegi, yakni AEON di perumahan Jakarta Garden City, Jakarta Barat.
Terkait harga, lanjut James, pengelola mal masih menawarkan harga sewa moderat kepada tenant sebesar Rp494.717 per meter persegi per bulan. Angka ini diprediksi tidak tumbuh signifikan hingga tahun depan.
"Untuk okupansi diperkirakan tetap tinggi dan stabil di angka 90 persen," imbuhnya.
Meski tidak mengalami perubahan yang signifikan, James menyebut kondisi ini masih terbilang sehat. Namun, peritel F&B juga perlu cermat dalam melihat peluang agar dapat berkompetisi dengan peritel lainnya.
"Restoran atau kafe saat ini tidak hanya menyajikan makanan dan minuman lezat tetapi juga mampu menyediakan fasilitas internet dan memakai desain interior unik," papar James.
Lihat juga:Gurita Bisnis E-Commerce Grup Konglomerat |