Schroders Raup Dana Kelolaan Rp83,52 Triliun sampai September

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Rabu, 18/10/2017 23:46 WIB
Schroders Raup Dana Kelolaan Rp83,52 Triliun sampai September Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Schroders Investement Management membukukan total dana kelolaan (Assets Under Management/AUM) sebesar Rp83,52 triliun hingga akhir September 2017 ini, atau hampir memenuhi target setahun penuh.

"Sampai akhir tahun kami di angka Rp85 triliun. Masih kurang sekitar Rp1,5 triliun untuk mencapai target," ucap Head of Intermediary Business Schroders Indonesia, Teddy Oetama, Rabu (18/10).

Ia mengatakan, reksa dana berbasis saham masih menjadi 'magnet' utama bagi masyarakat dalam berinvestasi. Setidaknya, setengah dari total dana kelolaan ditempatkan dalam reksa dana saham.



"Balance fund itu kan ada di saham, obligasi, dan pasar uang. Nah di atas 50 persen penempatan kami berbasis saham. Artinya, bagian balance yang sahamnya saya hitung juga," papar dia.

Demi mencapai target tersebut, saat ini Schroders bekerja sama dengan Bareksa sebagai platform marketplace reksa dana online. Melalui kerja sama tersebut, penjualan reksa dana milik Schroders bakal lebih meluas dari sebelumnya.

Pasalnya, akses masyarakat untuk meraih reksa dana tersebut akan dipermudah hingga ke pelosok negeri. Bareksa bisa menawarkan tujuh produk reksa dana Schroders di antaranya, reksa dana likuid, dana kombinasi, dana terpadu II, dana mantap plus II, dana andalan II, syariah balanced fund, dan dynamic balanced fund.

"Distributor kami belum banyak jadi awam, ini mungkin ibarat kenapa masukin ke Bareksa karena ini balanced fund. jadi kemampuannya punya mandat untuk atur alokasi aset," ungkap Teddy.

Terkait setoran awal, lanjut Teddy, perusahaan mematok angka Rp100 ribu untuk seluruh produk yang ditawarkan melalui Bareksa. Hal ini juga bertujuan untuk mendukung literasi keuangan dari OJK.


"Karena kalau bank belum tentu mau melayani investor dengan awalan Rp100 ribu," pungkas dia.

Sementara itu, Co-Founder sekaligus Presiden Direktur Bareksa Karaniya Dharmasaputra menyatakan, sebagian besar pembeli reksa dana di Bareksa berasal dari kaum milenial atau investor pemula dalam instrumen tersebut.

"Usianya 18 tahun-35 tahun," ucap Karaniya.

Berdasarkan jumlah nasabah, perusahaan memiliki jumlah nasabah kedua terbesar dengan menjual berbagai produk reksa dana dari 29 manajer investasi.

"Sebentar lagi kami juga akan bekerja sama dengan Manulife Asset Management," tutur dia.