Kasus Bayi Debora Mencuat, Saham MIKA Anjlok

Lavinda, CNN Indonesia | Senin, 11/09/2017 19:12 WIB
Harga saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk anjlok hingga 3,32 persen dipicu sentimen negatif bergulirnya kasus dugaan pengabaian pasien di cabang rumah sakit. Harga saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk anjlok hingga 3,32 persen dipicu sentimen negatif bergulirnya kasus dugaan pengabaian pasien di cabang rumah sakit. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk anjlok hingga 3,32 persen ke level Rp2.040 pada penutupan perdagangan, Senin (11/9), dipicu sentimen negatif bergulirnya kasus dugaan pengabaian pasien di salah satu cabang rumah sakit.

Berdasarkan data Bloomberg pada penutupan perdagangan saham Senin (11/9), harga saham MIKA merosot 3,32 persen atau 70 poin menjadi Rp2.040, dari akhir penutupan bursa Jumat (8/9) pekan lalu yang sebesar Rp2.110.

Menurut catatan, harga saham emiten sektor jasa dan perlengkapan kesehatan itu juga merosot hingga 20,62 persen dalam kurun tahun berjalan (year to date).


Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menilai level saham MIKA yang anjlok hingga 3,32 persen kemungkinan disebabkan munculnya kasus kematian bayi yang terjadi baru-baru ini.

Reza memperkirakan harga saham MIKA masih akan melemah dalam beberapa hari ke depan jika perseroan tak memberi penjelasan yang transparan dan tak memperlihatkan sikap tanggung jawab atas kasus tersebut.


Pada dasarnya, lanjut dia, kondisi saham akan bergantung pada tanggapan investor saham terhadap hasil konferensi pers yang berlangsung hari ini.

"Kalau pasar melihat kondisi kasus ini dapat ditangani dengan baik, maka sentimen ini bisa jadi hanya sesaat," ujarnya kepada CNN Indonesia, Senin(11/9).

Sebelumnya, seorang bayi diketahui meninggal di ruang Instalasi Gawat Darurat RS Mitra Keluarga pekan lalu. Meski dalam kondisi kritis, bayi tak juga dirujuk ke ruang perawatan intensif khusus anak, karena orang tuanya tak punya uang cukup.

Untuk bisa dirawat di ruang khusus, orang tua harus menyediakan uang muka Rp19,8 juta, sementara mereka hanya punya uang Rp5 juta. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang dimiliki keluarga tersebut tak bisa dipakai lantaran RS swasta itu tak menjalin kerja sama.

RS Mitra Keluarga Kalideres melalui keterangan tertulis menyatakan, orang tua keberatan dengan biaya Rp19,8 juta. Rumah sakit juga sudah berupaya membantu mencari rumah sakit yang punya fasilitas untuk peserta BPJS. Pengelola juga menyatakan sudah memberikan penanganan semestinya pada bayi Debora selama di IGD.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK