Jokowi-JK Diminta Tak Abaikan Ketimpangan Ekonomi Sosial

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Kamis, 19/10/2017 19:48 WIB
Jokowi-JK Diminta Tak Abaikan Ketimpangan Ekonomi Sosial Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sedang memipin rapat di Istana Presiden, Jakarta. (Dok. Sekretariat Kabinet).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan meminta Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla tak mengabaikan masalah kesenjangan dan kemiskinan. Hal itu menanggapi tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK yang jatuh pada 20 Oktober 2017.

"Saya pikir yang harus diperhatikan menyangkut masalah kesenjangan dan kemiskinan," ujar Syarief di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (19/10).

Syarief mengatakan, kondisi perekonomian bangsa saat ini terbilang mengalami penurunan. Pemerintah dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil yang saat ini terkena dampak dari kondisi perekonomian yang bermasalah.




Lebih lanjut, Syarief meminta, Jokowi mengevaluasi kekompakan para anak buahnya di kabinet. Ia berkata, Jokowi harus mengkoordinasi para anak buahnya agar memiliki kesamaan visi dan misi.

"Kekompakan kabinet ini harus betul-betul lebih dievaluasi lagi dan harus betul-betul kompak," ujarnya.

Di luar dua hal itu, Syarief mengapresiasi beberapa kebijakan yang dibuat Jokowi-JK, salah satunya dalam pembangunan infrastruktur.

Namun ia tetap mengingatkan, Jokowi tetap menyelaraskan Pembangunan infrastruktur dengan perbaikan perekonomian bangsa.

"Infrastruktur itu tentu dalam jangka panjang mungkin bagus. Tetapi yang lebih penting (perekonomian)," ujar Syarief.

Sejalan, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meminta Jokowi-JK bekerja seimbang agar tidak ada pihak yang merasa dikorbankan. Ia menyebut, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Jokowi-JK, di antaranya kesejahteraan, lapangan kerja, dan kemiskinan.

"Fundamental ekonomi akan dibangun terlebih dahulu melalui infrastruktur. Kita memahami itu, tapi di sisi lain tentunya juga jangan tidak memperhatikan hal yang lain," ujar Taufik.