ITDC Dekati Bank Infrastruktur Global untuk Bangun Mandalika

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Jumat, 20/10/2017 18:53 WIB
ITDC Dekati Bank Infrastruktur Global untuk Bangun Mandalika PT Indonesia Development Tourism Corporation (ITDC) menjajaki potensi pinjaman senilai Rp700 miliar dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). (CNN Indonesia/Galih Gumelar).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Indonesia Development Tourism Corporation (ITDC) menjajaki potensi pinjaman senilai Rp700 miliar dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk mendanai pengembangan tahap lanjut Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rencananya, perusahaan pariwisata pelat merah itu akan bertemu dengan bank yang berbasis di China itu pada 26 Oktober mendatang.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer mengatakan, perusahaan membutuhan dana pinjaman sebesar Rp700 miliar. Namun hingga saat ini ia belum tahu nilai pinjaman akan diberikan AIIB.



"Kami menjajaki pendanaan dengan AIIB dan mereka akan datang tanggal 26 mendatang, ini kan long tem funding (pembiayaan jangka panjang)," kata Abdulbar ditemui di Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (20/10).

Kebutuhan pinjaman itu terhitung 21,21 persen dari total belanja modal proyek Mandalika yang sebesar Rp3,3 triliun. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan raya di sisi timur kawasan ekonomi tersebut.

Selain AIIB, perusahaan juga akan mencari pembiayaan dari lembaga lain yang memiliki ketentuan bisnis yang sesuai dengan kebutuhan ITDC.

Kendati masih membutuhkan dana yang banyak, perusahaan belum berniat untuk mencari pendanaan dari pasar modal. Sebab, perusahaan mengaku belum memenuhi syarat untuk bisa mengajukan penerbitan obligasi.

Selama ini, perusahaan menjalankan bisnisnya dengan mengandalkan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp250 miliar.

"Selain itu kami pun menggunakan dana internal sendiri sebesar Rp150 miliar. Masih belum bisa mencari ke pasar modal karena kan kami masih zero debt," lanjutnya.

Selain mengandalkan pinjaman, ITDC juga akan mencari pinjaman dengan menggandeng investor strategis. Dengan skema ini, investor bisa membangun sendiri sarana dan prasarana KEK Mandalika, sehingga beban keuangan perusahaan bisa lebih lega. Diharapkan, mayoritas pendanaan ini bisa didapatkan melaku skema tersebut.

"Kami kan butuh Rp700 miliar dari pinjaman, sisanya akan didatangkan dari strategic investor," paparnya.

KEK Mandalika merupakan satu dari 12 KEK yang sudah ditetapkan pemerintah. KEK dengan luas 1.175 hektare ini ditetapkan pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014. Hingga saat ini, lahan KEK Mandalika yang baru digarap sebesar 250 hektare dengan komitmen investasi mencapai Rp13 triliun.

(lav/lav)