Cara Sri Mulyani Penuhi Kebutuhan Generasi Millenneal

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Kamis, 26/10/2017 17:39 WIB
Cara Sri Mulyani Penuhi Kebutuhan Generasi Millenneal Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu langkah yang dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan generasi millenneal. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pemerintah tak hanya memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat tertentu, seperti pengusaha atau rakyat kecil. Pemerintah menurut dia, juga berupaya bersikap adil, termasuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang merupakan generasi millennial.

Menurut Sri Mulyani, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah membangun infrastruktur yang memadai. Pasalnya, menurut dia, dengan adanya konektivitas, pengembangan teknologi yang menjadi kebutuhan generasi milineal dapat dikembangkan.

"Generasi milenial itu punya tiga karakter, Connected, confident, and creativity atau 3C. Kalau dia dikurung dengan regulasi dan menghilangkan 3C itu yang merupakan kekuatan mereka, maka negara menzalimi," ujar Ani, Kamis (26/10).


Tak ingin itu terjadi, makanya pemerintah gencar membangun infrastruktur agar potensi dari milenial bisa diasah dan menjadi aset bagi negara pada tahun-tahun mendatang.

Dari sisi connected, pemerintah berupaya membangun jaringan listrik dan internet hingga ke pelesok negeri.

"Mereka harus punya akses listrik. Kalau mereka berada di daerah yang tidak ada fasilitas listrik, maka mereka tidak bisa jadi generasi muda yang memiliki 3C itu," katanya.

Dari sisi confident, pemerintah berupaya menekan angka kesenjangan dan kemiskinan. Caranya dengan mencukupi penghasilan masyarakat hingga lapangan pekerjaan.

Hal ini dilakukan agar masyarakat memiliki kemampuan daya beli, khususnya untuk membeli perangkat komunikasi, misalnya ponsel pintar (smartphone).

"Kalau ada kesenjangan ekonomi tentu akan menghilangkan kesempatan mereka, sehingga tidak memiliki daya beli untuk bisa menikmati itu," imbuhnya.

Terakhir, dari sisi creativity, pemerintah berupaya memberikan pendidikan yang layak, sehingga kreativitas diharapkan dapat terasah. Salah satunya dengan menyisihkan sekitar 20 persen dari APBN untuk sektor pendidikan.

Adapun Ani memperkirakan, bila generasi milenial terfasilitasi, bukan tidak mungkin Indonesia bisa bertransformasi menjadi negara yang berorientasi ekonomi dari sumber manusianya, dari yang sebelumnya bergantung pada sumber daya alam.

"Kami lihat apa yang perlu dilakukan, sehingga hak anak Indonesia bisa menjadi Nadiem (CEO Go-Jek) baru. Mereka adalah orang baru yang bisa menciptakan kesempatan kerja dan merealisasikan idenya menjadi produk yang luar biasa dan berarti bagi masyarakat," pungkasnya