Laporan Greenpeace menyebut bahwa sumber polusi Jakarta tidak hanya berasal dari asap kendaraan bermotor dan pemukiman, tetapi juga pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU).
Bahkan, Jakarta disebut akan menjadi ibukota negara yang dikelilingi PLTU baru terbanyak di dunia dalam radius 100 kilometer (Km) kalau dibandingkan dengan ibukota lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Wilayah Jabodetabek akan dikelilingi oleh PLTU yang nantinya dapat mencekik kota ini beserta 30 juta penduduknya. Sementara, China menutup PLTU di Beijing untuk mengurangi tingkat polusi udara yang berbahaya, Indonesia malah melakukan hal sebaliknya,” dikutip dari laporan Greenpeace, Kamis (26/10).
Selain itu, PLTU juga merupakan sumber utama penghasil emisi merkuri. Merkuri merupakan polutan yang sangat beracun karena dapat merusak sistem saraf, terutama saraf janin atau anak dalam masa pertumbuhan.
PLTU baru yang diinisiasi pemerintah diproyeksi menghasilkan emisi merkuri sekitar 400 kilogram (kg) per tahun. Kondisi ini diperparah dengan belum ditetapkannya batasan emisi merkuri dari PLTU oleh hukum dan peraturan di Indonesia.