"Pertumbuhan kredit sampai akhir tahun di 7 persen-9 persen. Itu sudah diubah. Mudah-mudahan mencapai," kata Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Filianingsih Hendarta, seperti dilansir Antara (Kamis (2/11).
Dia mengakui, permintaan kredit hingga Agustus 2017 memang belum begitu menggeliat. Namun, di sisa tahun, penyaluran kredit perbankan diyakini akan meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, sektor kredit yang menunjukkan peningkatan, yakni Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hingga akhir Agustus 2017, pertumbuhan penyaluran KPR bertumbuh 9,66 persen atau lebih tinggi daripada pertumbuhan total kredit di industri, yakni sebesar 8,26 persen.
Namun, proyeksi pertumbuhan kredit perbankan oleh OJK masih mampu menyentuh 10 persen. Memang, target itu telah beberapa kali mengalami perubahan.
Pada awal tahun, OJK melihat pertumbuhan kredit perbankan ada di 13 persen, kemudian diturunkan lagi menjadi 11 persen, dan pada Oktober 2017 ini, OJK melihat pertumbuhan kredit sepanjang tahun berada di 10 persen.
Lihat juga:OJK 'Coret' Satu Bank Berdampak Sistemik |
Menurut Wimboh, hingga kuartal ketiga, sejumlah bank terkonsentrasi untuk merestrukturisasi kredit bermasalah, sehingga tak leluasa untuk melakukan ekspansi penyaluran kredit.
"Setelah kami ikuti betul beberapa individu bank sedang restrukturisasi kredit. Misalnya, yang kategori komersial yang bentuknya modal kerja," imbuh dia.
Lihat juga:BI 'Tutup Pintu' Turunkan Suku Bunga Acuan |
"Kami perkirakan perlu waktu 1 tahun-1,5 tahun perbaikan NPL ini. Kami perkirakan NPL akan menurun secara gradual," katanya.
Adapun, OJK melansir, pertumbuhan kredit perbankan berkisar 7,8 persen hingga September 2017.