Fed Pertahankan Bunga Acuan di Tengah Isu Pergantian Bos Baru

Agustiyanti, CNN Indonesia | Kamis, 02/11/2017 10:13 WIB
Fed Pertahankan Bunga Acuan di Tengah Isu Pergantian Bos Baru Bank Sentral AS memutuskan untuk mempertahankan bunga acuannya (FFR) di tengah spekulasi pergantian pimpinan Fed selanjutnya. REUTERS/Mary Schwalm)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve pada Rabu (1/11) waktu setempat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate/FFR) pada kisaran 1 persen hingga 1,25 persen, di tengah spekulasi pergantian pemimpin Fed berikutnya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump berencana untuk menonimasikan Gubernur Fed James Powell sebagai pengganti Janet Yellen memimpin Fed. Pergantian pucuk pimpinan regulator sistem keuangan AS tersebut direncanakan akan dilakukan pada Kamis waktu setempat.

Fed sudah menaikkan bunga acuannya sebanyak dua kali sejak Januari dan berencana untuk kembali menaikkan lagi pada akhir tahun sebagai bagian dari siklus pengetatan moneter yang mulai dilakukannya sejak 2015 lalu.


President Donald Trump telah menyelesaikan wawancara dengan lima kandidat pemimpin Fed berikutnya, termasuk Pimpinan Fed saat ini Janet Yellen, Gubernur Fed Jerome Powell, dan tiga kandidat lainnya. Trump pun diduga kuat bakal memilih Powel sebagai pengganti Yellen dan mengumumkannya pada Kamis (3/11) waktu setempat.

"Pasar tenaga kerja terus menguat dan aktivitas ekonomi telah meningkat pada tingkat yang solid meskipun ada gangguan terkait badai," jelas Fed, dikutip dari Reuters, Kamis (3/11).

Sesuai dengan nada yang menggembirakan tersebut, Fed mengakui bahwa inflasi tetap terjaga, tetapi tidak menurunkan perkiraan mereka terkait kemungkinan adanya peningkatan harga ke depan.

Imbal hasil surat berharga AS dan suku bunga jangka pendek berjangka sedikit berubah setelah rilis pernyataan tersebut, sementara dana federal berjangka membuat peluang kenaikan suku bunga Desember naik sekitar 98 persen, menurut program FedWatch CME Group.

"Ini menegaskan sebuah langkah Desember. Jika kita mendapatkan konfirmasi bahwa Trump memilih Powell besok, itu pertanda bahwa kebijakan moneter akan berlanjut pada jalurnya saat ini yang telah kita lihat sejauh ini tahun ini dengan normalisasi bertahap," ungkap Kepala Ekonom A.S. di Oxford Economics Gregory Daco.