Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik US$0,13 per barel atau sekitar 0,2 persen menjadi US$60,62 per barel. Angka tersebut mendekati level tertinggi yang pernah dialami Brent pada pertengahan perdagangan Rabu (1/11), yaitu sebesar US$61,7 per barel.
Begitu pula dengan minyak mentah Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI) menguat US$0,24 per barel atau sekitar 0,4 persen menjadi US$54,54 per barel pada penutupan kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembatasan produksi yang semula mulai Januari 2017 sampai Maret 2018 sebesar 1,8 juta barel per hari (bph), diperkirakan akan kembali dilanjutkan lagi. Hal ini turut membuat pasar optimis bahwa kebijakan OPEC akan memperketat pasar dan persediaan akan terkuras.
Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih mengatakan, saat ini, neraca penawaran dan permintaan kian ketat, sedangkan persediaan minyak menurun. Sementara, kepatuhan OPEC dan Non OPEC untuk membatasi produksi juga masih sangat baik.
"Kepatuhan secara keseluruhan untuk OPEC berakhir cukup kuat," kata Mark Watkins, manajer investasi regional di A.S. Bank.
"Sekarang setelah kita membalik kalender ke bulan November kita mengadakan pertemuan OPEC di akhir bulan. Ada harapan bahwa akan ada komentar positif tentang memperpanjang pemotongan melewati bulan Maret," imbuhnya.
Tak hanya dari sisi OPEC, sentimen menguatnya harga minyak dunia juga diberikan oleh penurunan persediaan minyak mentah AS, meski dari sisi produksi tengah meningkat.
Persediaan minyak mentah AS tercatat turun 2,4 juta barel sepanjang pekan lalu, meski dari sisi produksi meningkat 46 ribu bph menjadi 9,55 juta bph.
Goldman Sachs memproyeksi, pertumbuhan produksi minyak AS dari tahun ke tahun sebesar 0,8-0,9 juta bph sampai akhir 2017. Hal ini akan membuat, produksi akhir minyak AS sekitar 9,6-9,7 juta bph atay mendekati level tertinggi setidaknya selama tiga dekade terakhir.
Sementara, pemasok minyak independen, Pioneer Natural Resources memperkirakan, pihaknya bisa mengekspor sekitar 2,3 juta barel pada kuartal IV 2017. (agi/agi)