Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, hal ini juga berlaku bagi pelaku pasar asing. Padahal, sebelumnya asing sempat tecatat beli bersih (net buy) di pasar reguler. Namun, pada perdagangan kemarin asing melakukan jual bersih sebanyak sebesar Rp80,56 miliar di pasar reguler.
"Pergerakan IHSG yang cenderung melemah dapat membuka peluang terjadinya pelemahan," terang Reza dalam risetnya, dikutip Kamis (9/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BEI: OJK Bakal Denda Investor 'Nakal' |
Selain itu, kondisi bursa saham di kawasan regional yang juga berada di zona merah ikut mempengaruhi sikap pelaku pasar dalam merealisasikan keuntungannya (profit taking).
"Diharapkan pelemahan dapat kembali terbatas sehingga IHSG masih dapat menemukan momentum rebound-nya," sambung Reza.
Setali tiga uang, analis Oso Sekuritas Riska Afriani meramalkan IHSG kembali melemah pada hari ini karena IHSG terindikasi mulai memasuki tren pelemahan secara teknikal.
"IHSG kami perkirakan bergerak melemah di kisaran 6.014-6.065," jelas Riska dalam risetnya.
IHSG kemarin ditutup ditutup melemah 11,06 poin (0,18 persen) ke level 6.049 setelah dua hari berturut-turut mencapai rekor terbarunya. Namun, rupiah masih menguat satu poin (0,01 persen) ke Rp13.514 per dolar AS. (gir)