Hal ini sesuai dengan arahan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyatakan, selepas 2017, hak kelola blok minyak dan gas bumi (migas) yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur itu beralih ke Pertamina.
Direktur Pengembangan PHI Bambang Manumayoso mengatakan, 1.885 pekerja tersebut telah beralih ke PHI sejak 25 Oktober 2017 kemarin. Sedangkan sisanya, sebanyak 34 pekerja atau 1,77 persen memasuki masa pensiun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara rinci, pekerja yang telah beralih seragam itu terdiri dari staf sebanyak 1.824 orang, manager dan kepala divisi 53 orang, dan Vice President (VP), Executive Vice President (EVP), serta General Manager (GM) 8 orang.
Bambang menambahkan, meski dengan bendera manajemen yang berbeda, namun dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sama, Pertamina yakin pengelolaa Blok Mahakam ke depan bisa lebih baik lagi.
PHI sendiri merupakan perusahaan bentukan Pertamina sejak 28 Desember 2015. Sebelum mendapatkan mandat mengelola Blok Mahakam, PHI juga telah mengelola aset Blok Sangasanga dan Blok Attaka yang akan berakhir kontraknya pada 2018 mendatang. (bir)