Pengusaha Bujuk Hyundai Alihkan Produksi ke Indonesia

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Kamis, 09/11/2017 18:10 WIB
Pengusaha Bujuk Hyundai Alihkan Produksi ke Indonesia Apindo menyebut, selama ini, produksi Hyundai Motor Company di Indonesia masih banyak dilakukan melalui impor. (REUTERS/Kim Hong-Ji).
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) membujuk perusahaan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company, untuk mengalihkan produksinya ke dalam negeri. Selama ini, produksi Hyundai di Indonesia masih banyak diimpor.

"Yang sangat kami kejar adalah salah satunya Hyundai, yang tadi datang dari Hyundai Motor Group itu Presidennya Chung Jin-haeng," kata ketua Apindo bidang Hubungan Internasional dan Investasi Shinta Widjaja, Kamis (9/11).

Namun, permintaan beberapa pengusaha di Indonesia ini masih akan dipelajari oleh pemimpin dari Hyundai Motor Group tersebut. Manajemen Hyundai di kantor pusatnya mengaku belum bisa memberikan kepastian.


"Dari Pak Chung-nya bilang 'akan mempelajari.’ Jawabannya standar. Tapi ya kami mencoba untuk mempercepat ya," terang dia.

Secara terpisah, Wakil Presiden Komisaris PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) Jongkie D Sugiarto mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti Hyundai untuk bisa produksi langsung di Indonesia.

"Tadi, Presiden Korea-nya kan ngomong sendiri, sudah waktunya Korea untuk masuk ke investasi di beberapa sektor di Indonesia. Tadi disebut otomotif juga," imbuh Jongkie.

Namun, sebenarnya HMI telah memproduksi satu mobil dengan jenis h-1 yang bisa digunakan untuk kebutuhan domestik dan juga ekspor. Salah satu negara tujuan ekspornya, yakni Thailand.

"Nyatanya bagus, Thailand happy (senang). Dari Indonesia kami produksi, sampai di Thailand bea-nya nol," ucapnya.

Bahkan, hal ini membuat Thailand lebih untung dibandingkan membeli dari Korea Selatan. Jika Thailand impor dari Korea Selatan, maka akan dikenakan bea masuk 40 persen.

"Sekarang baru ekspor ke Thailand, sedang jajaki ke negara ASEAN lainnya yang juga menguntungkan," tutur dia.

Ia menambahkan, dalam satu bulan HMI bisa mengekspor 500 unit mobil. Sementara, perusahaan mengekspor 5.000 unit dalam satu tahun. (bir)