Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menjelaskan, hal ini membuat pelaku pasar enggan melakukan aksi beli. Alhasil, jumlah volume jual kian bertambah dan timpang dengan jumlah volume beli.
"Asumsi posisi IHSG yang sudah premium, tentunya memicu pelaku pasar untuk melakukan aksi jual," terang Reza dalam risetnya, dikutip Jumat (10/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BEI: OJK Bakal Denda Investor 'Nakal' |
Ia pun memproyeksi IHSG bakal bergerak dalam rentang support 6.019-6.031 dan resistance pada rentang 6.062-6.082.
"Kinerja harian IHSG cenderung melemah untuk menguji level 6.020 setelah berada di kisaran level resistance ketiga," kata Lucky, dalam risetnya.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 6,92 poin (0,11 persen) ke level 6.042. Hal ini sejalan dengan nilai tukar rupiah yang juga terkoreksi 2 poin (0,01 persen) di Rp13.516 per dolar AS. (agi)