Adapun, Nota Kesepahaman yang diteken masing-masing terkait Sinergi Pengembangan dan Pedayagunaan Aset BUMN.
"Secara total, potensi lahan yang bisa dimanfaatkan itu hampir 15 hektare," ujar Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan Pelindo Farid Padang di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rabu (15/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, perseroan mengoperasikan 27 pelabuhan, di mana 23 pelabuhan di antaranya kewenangan perseroan. Sedangkan sisanya, merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Perhubungan.
Perseroan berharap, selain bakal berkontribusi positif pada keuangan perusahaan, langkah itu juga bisa mendukung pengembangan kawasan wisata di area lokasi pelabuhan.
"Jadi, arah pengembangan properti adalah untuk mendukung pariwisata," katanya.
Sinergi pemanfaatan lahan perusahaan pelat merah sebelumnya juga dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) dengan BUMN Karya.
Bentuk sinergi itu terwujud dalam proyek pengembangan kawasan transit (transit on development/TOD) di sejumlah lahan sekitar stasiun, di antaranya Stasiun Pondok Cina, Stasiun Tanjung Barat, dan Stasiun Senen. (bir)