Pelindo IV Incar Bangun Properti di Wilayah Pelabuhan

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Kamis, 16/11/2017 07:13 WIB
Pelindo IV Incar Bangun Properti di Wilayah Pelabuhan Sebagai langkah awal, Pelindo menggandeng Adhi Karya dan Wijaya Karya untuk menggarap potensi lahan seluas 15 hektare (ha). (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pelindo IV (Persero) akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan tak terpakai (idle) dengan menggandeng perusahaan konstruksi pelat merah. Sebagai langkah awal, perusahaan pelat merah bidang jasa kepelabuhan tersebut menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero).

Adapun, Nota Kesepahaman yang diteken masing-masing terkait Sinergi Pengembangan dan Pedayagunaan Aset BUMN.

"Secara total, potensi lahan yang bisa dimanfaatkan itu hampir 15 hektare," ujar Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan Pelindo Farid Padang di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rabu (15/11).

Farid mengungkapkan, lahan yang menganggur itu bisa dimanfaatkan untuk pembangunan area terminal peti kemas, hotel hingga hunian. "Gudang-gudang yang tidak perlu bisa kami bongkar untuk mengembangkan properti," terang dia.


Saat ini, perseroan mengoperasikan 27 pelabuhan, di mana 23 pelabuhan di antaranya kewenangan perseroan. Sedangkan sisanya, merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Perhubungan.

Farid menyebutkan, setidaknya ada empat lokasi yang berpotensi dikembangkan dalam waktu dekat, yaitu Sorong (Papua), Manado (Sulawesi Utara), Samarinda (Kalimatan Timur), dan Ambon (Maluku).

Perseroan berharap, selain bakal berkontribusi positif pada keuangan perusahaan, langkah itu juga bisa mendukung pengembangan kawasan wisata di area lokasi pelabuhan.

"Jadi, arah pengembangan properti adalah untuk mendukung pariwisata," katanya.

Selanjutnya, Farid mengundang perusahaan properti lainnya untuk ikut bekerja sama mengembangkan lahan perseroan. Dengan demikian, laju pergerakan perekonomian daerah bisa semakin cepat.

Sinergi pemanfaatan lahan perusahaan pelat merah sebelumnya juga dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) dengan BUMN Karya.

Bentuk sinergi itu terwujud dalam proyek pengembangan kawasan transit (transit on development/TOD) di sejumlah lahan sekitar stasiun, di antaranya Stasiun Pondok Cina, Stasiun Tanjung Barat, dan Stasiun Senen. (bir)