Edukasi Keuangan

Mengenal Asuransi Perjalanan Jelang Liburan

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Minggu, 19/11/2017 05:41 WIB
Mengenal Asuransi Perjalanan Jelang Liburan Akhir tahun biasanya menjadi momentum untuk berlibur bersama teman maupun keluarga. Simak penjelasan soal asuransi perjalanan untuk liburan Anda. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akhir tahun biasanya menjadi momentum untuk berlibur bersama teman maupun keluarga. Bonus akhir tahun pun turut mendukung hasrat untuk rehat sejenak dari rutinitas dan menghabiskan sisa cuti tahunan.

Bagi umat Nasrani, momentum akhir tahun juga bertepatan dengan perayaan Natal. Sementara bagi anak sekolah, jangka waktu liburnya bisa sampai dua minggu karena akhir dari semester pertama tahun ajaran.

Kala berlibur, hal-hal yang tak diinginkan bisa terjadi seperti keterlambatan dan pembatalan penerbangan pesawat, kehilangan dan kerusakan barang, kecelakaan, sakit hingga kematian.

Jika kejadian tak diinginkan terjadi di dalam negeri, maka Anda mungkin bisa lebih tenang dalam mengatasinya. Namun, jika terjadi di luar negeri, kepanikan Anda bisa meningkat berkali-kali lipat karena kendala bahasa maupun tidak familiar dengan administrasi yang ada.


Melihat peluang tersebut, saat ini sejumlah perusahaan asuransi umum marak memasarkan produk asuransi perjalanan.

Pengamat asuransi Hotbonar Sinaga mengungkapkan, asuransi perjalanan pada dasarnya merupakan asuransi umum kecelakaan diri.

Asuransi ini bertujuan untuk mengalihkan berbagai risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan dari satu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu ke perusahaan asuransi. Konsekuensinya, pemegang polis harus membayar sejumlah premi, biasanya sebelum melakukan perjalanan.

"Kalau misalnya pergi ke daerah tertentu yang rawan pembajakan, meskipun sekarang pembajakan sudah jarang, atau misalnya pergi tetapi penerbangan dibatalkan atau diubah karena kondisi cuaca, itu kan ada pengeluaran-pengeluaran ekstra, pengeluaran itu akan ditanggung oleh perusahaan asuransi," ujar Hotbonar saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (16/11).


Besaran premi, lanjut Hotbonar, biasanya tergantung dari beberapa hal seperti cakupan fasilitas pertanggungan dan besaran nilai pertanggungan. Semakin lama durasi perjalanan maka premi semakin tinggi.

Kemudian, lokasi tujuan, usia tertanggung, dan cakupan perusahaan pengelola asuransi juga berpengaruh terhadap besaran premi. Tak ayal, besaran premi bisa berkisar puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

Hotbonar mengingatkan, premi asuransi perjalanan bersifat putus. Artinya, jika selama perjalanan pemegang asuransi tidak mengalami kondisi yang akan ditanggung, maka uang premi yang dibayarkan tidak akan dikembalikan.

Di sisi lain, manfaat pertanggungan asuransi perjalanan tidak akan mengurangi manfaat polis asuransi kecelakaan diri yang telah dimiliki sebelumnya.

Dalam memilih produk asuransi perjalanan, sebaiknya Anda menyesuaikan dengan kebutuhan. Dalam hal ini, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal antara lain durasi perjalanan, lokasi tujuan, dan cakupan fasilitas pertanggungan yang diinginkan.

Mengenal Asuransi Perjalanan Jelang LiburanIlustrasi berlibur. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)

Menimbang Reputasi Asuransi

Pengamat asuransi Herris B Simandjuntak menambahkan, reputasi dan jaringan perusahaan pengelola asuransi juga perlu menjadi bahan pertimbangan karena akan berimbas pada kemudahan klaim di negara tujuan.

Tak hanya itu, Anda juga perlu memperhatikan mitra perusahaan asuransi di negara tujuan, misalnya rumah sakit yang siap menerima Anda jika sakit di saat liburan.

"Kebutuhan traveller sebenarnya sama, tinggal yakin ke perusahaan asuransi yang mana, kalau itu lihat reputasi perusahaan saja," ujarnya.

Saat ini, lanjut Herris, kesadaran masyarakat Indonesia untuk memiliki asuransi perjalanan memang belum setinggi masyarakat negara maju, namun permintaannya terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat.


Direktur Utama PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) Julian Noor mengungkapkan, minat masyarakat untuk melakukan perjalanan liburan, terutama generasi millennial, cukup besar.

Hal itu, imbuh Julian, membuat permintaan terhadap produk asuransi perjalanan besutan perusahaan bernama 'Travellin' kian meningkat.

Dalam memasarkan produk asuransi perjalanan, perusahaan memanfaatkan berbagai saluran mulai dari kerja sama dengan agen perjalanan, situs daring, hingga aplikasi telepon genggam.


"Saat ini, kemudahan akses menjadi penting karena orang akan merasa lebih mudah jika membeli secara online," ujarnya.

Julian mengingatkan, selain bersifat sukarela, beberapa negara seperti anggota Uni Eropa menetapkan polis asuransi perjalanan sebagai persyaratan yang wajib dimiliki oleh turis asing yang berlibur ke sana.

Karenanya, Julian menyarankan, sebelum melakukan perjalanan Anda harus mengecek kewajiban kepemilikan polis asuransi perjalanan. (gir/gir)