Ritel Lesu, Ace Hardware Malah Buka 10 Gerai Baru 2018

Lavinda, CNN Indonesia | Rabu, 22/11/2017 12:41 WIB
Ritel Lesu, Ace Hardware Malah Buka 10 Gerai Baru 2018 Di tengah keterpurukan pelaku bisnis ritel nasional, PT Ace Hardware Indonesia Tbk justru melebarkan sayap dengan berencana membuka 10 gerai baru pada 2018. (SuperArticleGuy via wikimedia commons (CC-BY-SA-3.0).
Jakarta, CNN Indonesia -- Di tengah keterpurukan pelaku bisnis ritel nasional, PT Ace Hardware Indonesia Tbk justru terus melebarkan sayap dengan berencana membuka 10 gerai baru pada 2018.

Sekretaris Perusahaan Ace Hardware Helen Tanzil mengatakan, jumlah itu setara dengan target ekspansi pada awal tahun ini. Bahkan, pada kenyataanya, realisasi pengembangan gerai baru tahun ini lebih besar dari target awal yakni 15 gerai.

"Tahun ini sudah 15 gerai yang dibuka, jadi melebihi rencana awal 10 gerai. Tahun depan proyeksi sama sekitar 10 gerai," ujar Helen saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa(21/11).



Dalam waktu dekat, perseroan akan membuka gerai baru yang berlokasi di Living Plaza Purwokerto, Jawa Tengah. Gerai dengan luas sekitar 3.184 meter persegi itu akan segera diresmikan pada akhir November 2017.

Dengan demikian, perseroan akan memiliki total 142 gerai sampai akhir tahun ini.

"Sesuai peraturan Bapepam No.X.K.1 tentang keterbukaan informasi yang harus segera diumumkan kepada publik, bersama ini kami sampaikan pada 23 November 2017, perusahaan akan membuka gerai kelimabelasnya," jelasnya dalam keterbukaan informasi, Selasa(21/11).

Sejak awal tahun, pihaknya mengaku menjalankan sejumlah strategi demi mendongkrak kinerja penjualan di tengah melesunya industri ritel. Salah satunya, dengan memperkenalkan produk-produk baru yang unik, meningkatkan level layanan melalui pelatihan, serta mengembangkan berbagai promosi terkini melalui media sosial dan aplikasi mobile.


Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2017, perseroan mengalami kenaikan laba 10,55 persen menjadi Rp526,48 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp470,07 miliar.

Penjualan sampai kuartal ketiga juga naik 19,03 persen menjadi Rp4,18 triliun dari semula Rp3,5 triliun pada kuartal III 2016.

Seluruh kategori bisnis mengalami pertumbuhan penjualan antara lain, produk permainan 36,74 persen, produk gaya hidup 24,99 persen, dan produk perbaikan rumah 14,38 persen.

Diketahui, beban pokok penjualan perusahaan meningkat dari Rp1,8 triliun menjadi Rp2,2 triliun. Di sisi lain, total aset juga tercatat bertambah menjadi Rp4,1 triliun dari semula Rp3,7 triliun.

(lav/lav)