Lempar Surat Utang, KAI Bakal Perbarui 438 Kereta

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Rabu, 22/11/2017 11:44 WIB
Lempar Surat Utang, KAI Bakal Perbarui 438 Kereta KAI akan menggunakan dana dari penerbitan surat utang sebesar Rp2 triliun guna memperbarui 438 kereta dan menyelesaikan proyek kereta api Bandara Soekarno-Hatta. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menerbitkan surat utang atau obligasi sebesar Rp2 triliun. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk memperbarui 438 kereta dan menyelesaikan proyek kereta api Bandara Soekarno-Hatta.

Direktur Pengelolaan Prasarana KAI Bambang Eko Martono mengatakan, perusahaan akan menggunakan 45 persen raihan dana dari penerbitan surat utang (obligasi) sebesar Rp2 triliun untuk memperbaharui keretanya.

"Jadi dari 438 sebagian besar replacement, sebagian kecil untuk kereta api atau relasi baru," ungkap Bambang, Rabu (22/11).


Bambang menjelaskan, pihaknya belum tahu persis jumlah pembuatan kereta api baru untuk tahun depan. Hanya saja, terdapat permintaan yang tinggi untuk jurusan Jakarta-Bandung karena tingkat okupansinya yang sudah mencapai 90 persen.

"Jadi kami juga sedang membuat survei untuk jurusan kereta yang tingkat okupansinya sudah tinggi, kami akan tambah frekuensi," papar Bambang.

Untuk Jakarta-Bandung sendiri, ada kemungkinan perusahaan bakal menambah empat hingga delapan frekuensi perjalanan tahun depan. Bambang menggambarkan, satu trainset bisa digunakan untuk satu kali perjalanan.

"Kalau delapan perjalanan jadi dua trainset," imbuhnya.

Adapun guna memperbarui kereta tersebut, KAI sebenarnya membutuhkan dana sekitar Rp5 miliar per kereta. Dengan demikian, total dana yang dibutuhkan KAI untuk merealisasikan rencana tersebut mencapai sekitar Rp2 triliun.

Selain dari penerbitan surat utang, KAI juga tengah mempertimbangkan untuk mencari pendanaan dari pasar modal pada tahun depan guna memenuhi sisa kebutuhan dana tersebut.

Sementara itu, sisa raihan obligasi sebesar 55 persen bakal digunakan untuk penyelesaian proyek kereta api Bandara Soekarno Hatta. Perusahaan menargetkan proses konstrusi selesai bulan ini dan bisa beroperasional tahun lalu.

Secara terpisah, Direktur Keuangan Didiek Hartantyo menjelaskan, penawaran obligasi mengalami kelebihan pemintaan (oversubscribed) 2,5 kali. Adapun, obligasi ini ditawarkan dengan dua seri, di mana seri A memiliki jangka waktu lima tahun dengan kupon bunga 7,75 persen, sedangkan seri B berjangka waktu tujuh tahun dan kupon 8,25 persen.

"Obligasi ini diberikan peringkat idAAA oleh Pefindo," terang Didiek.

Dari sisi kinerja perusahaan, KAI meraup pertumbuhan pendapatan sebesar 20,55 persen dan laba bersih tumbuh 47,32 persen hingga kuartal III 2017 bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pendapatan akhir tahun ini kira-kira Rp17 triliun, (tahun depan) pendapatan akan tumbuh sekitar 23 persen," jelas Didiek. (agi/agi)