BI Ungkap Tiga Pilar Penguatan Fondasi Ekonomi Syariah

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Kamis, 23/11/2017 04:31 WIB
BI Ungkap Tiga Pilar Penguatan Fondasi Ekonomi Syariah Salah satunya, menciptakan dan mengembangkan rantai industri halal (halal supply chain), seperti makanan dan produk fesyen. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) sedang mempersiapkan program aksi dan strategi untuk mempercepat pengembangan perekonomian dan keuangan syariah Indonesia.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) sedang merumuskan beberapa rencana program aksi dan juga strategi terkait percepatan pengembangan perekonomian dan keuangan syariah yang didasari tiga pilar utama.

Pertama, membentuk sebuah rantai industri (industry chain) yang disebut sebagai halal supply chain.


"Pilar yang pertama adalah yang kita sebut percepatan pemberdayaan ekonomi syariah dengan suatu tema bagaimana kita membuat, membangun dan kemudian merumuskan mengimplementasikan yang kita sebut industry chain sesuatu jejaring aktivitas ekonomi halal,” ujarnya, Rabu (22/11).


Ia mengemukakan bahwa dalam pilar tersebut, pemerintah harus bisa mengidentifikasi apa yang berpotensi menjadi unggulan (competitive advantage) yang dimiliki oleh Indonesia.

Dalam hal ini, ia menekankan bahwa makanan bisa berpotensi sebagai produk unggulan dalam rantai industri halal tersebut. Toh, Indonesia memiliki berbagai resource yang dapat mengembangkan produk makanan menjadi produk unggulan dalam Halal Supply Chain ini.


Selain itu, ia juga melihat potensi produksi komoditas fashion di Indonesia sebagai nilai plus untuk mengembangkan rantai industri halal tersebut. "Fesyen itu salah satu yang kita kembangkan. Kita yakin bisa mengalahkan China untuk mengembangkan halal fesyen ini,” imbuhnya.

Tidak hanya dalam hal mengidentifikasi produk yang unggul, Perry juga mengungkapkan agar pelaku usaha yang bergerak dalam komoditas unggul tersebut juga memperhatikan teknis produksinya.

Ia berharap, agar ada sinergi dari setiap langkah produksinya yang dimulai dari proses produksi dan hingga konsumsinya sehingga dapat mewujudkan sistem produksi yang terintegrasi.

Ia juga berharap, agar pengusaha kecil hingga pengusaha dapat bersinergi dengan baik untuk terus mengembangkan komoditas unggulan tersebut.


Inovasi  dan Halal Lifestyle

Perry menuturkan produk - produk jasa keuangan syariah terus dikembangkan. Di dalam pilar kedua ini, ia mengungkapkan, dalam praktiknya harus ada keterkaitan antara commercial finance melalui sektor perbankan dengan social finance.

Hingga saat ini, bank sentral masih merumuskan bagaimana cara memobilisasi wakaf dan juga zakat sebagai social finance untuk memberdayakan dan menggenjot laju pertumbuhan ekonomi.

Ketiga, bank sentral terus mencoba untuk mengedukasi dan juga mengkampanyekan halal economic and finance ini dalam Halal Lifestyle.

Ia berharap, agar perguruan tinggi yang ada di Indonesia dapat mengembangkan dan juga menyeusaikan kurikulum keuangan syariah yang diterapkan di perguruan tinggi tersebut.

"Halal lifestyle is beautiful (indah), indah, cakep, ganteng, dan bersih. Itu yang benar - benar harus kita ciptakan,” pungkasnya. (dit/bir)