Survei: 17 Persen Pengusaha Gagal Untung Gara-gara Suap

Agustiyanti, CNN Indonesia | Kamis, 23/11/2017 13:40 WIB
Survei: 17 Persen Pengusaha Gagal Untung Gara-gara Suap Bandung disebut sebagai kota dengan biaya presentase suap tertinggi yang mencapai 10,8 persen dari total biaya produksi. (REUTERS/Garry Lotulung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Survei Persepsi Korupsi mengungkapkan, sekitar 17 persen pelaku usaha pernah gagal dalam mendapatkan keuntungan karena pesaing memberikan suap. Sektor air minum, makanan, perbankan dan kelistrikan dinilai paling tinggi potensi suapnya.

Survei tersebut digelar Transparancy International Indonesia guna mengukur persepsi pelaku usaha dan para ahli terhadap praktik suap di suatu daerah. Survei ini dilaksanakan pada 12 kota di Indonesia dengan total respoden 1.200.

Adapun Bandung disebut sebagai kota dengan biaya presentase suap tertinggi yang mencapai 10,8 persen dari total biaya produksi. Sedangkan Makasar dinilai sebagai kota dengan biaya presentase suap terendah yakni hanya sebesar 1,8 persen terhadap total biaya produksi. 



Menurut survei tersebut, sektor perizinan, pengadaan, dan penerbitan kuota disebut sebagai setor yang paling terdampak korupsi. Survei tersebut juga menyebut instansi yang paling terdampak korupsi adalah legislatif, peradilan, dan korupsi.

Sementara itu, dari survei yang dilakukan pada integrasi layanan pusat, probabilitas suap paling tinggi terjadi di Kementerian ESDM yang mencapai 35 persen dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang sebesar 24 persen. Hampir senada, di daerah, probabilitas suap paling tinggi disebut ada pada Dinas Pertambangan dan Energi sebesar 32 persen dan Dinas Perhubungan sebesar 21 persen.


Menurut survei tersebut faktor yang menghambat pemberantasan korupsi adalah akibat adanya anggapan bawah korupsi bukanlah masalah penting, dibiarkan, dan bukan masalah prioritas.

Selain perlunya pemerintah mempertegas kebijakan antikorupsi, pelaku usaha dinilai perlu memiliki kebijakan dan sistem antikorupsi dalam perusahaan. (agi/agi)