IHSG Diproyeksi Loyo pada Akhir Pekan

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Jumat, 24/11/2017 07:42 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan terkoreksi pada akhir pekan ini, akibat maraknya aksi jual yang dipengaruhi pelemahan bursa Asia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan terkoreksi pada akhir pekan ini, Jumat (24/11), akibat maraknya aksi jual yang dipengaruhi pelemahan bursa Asia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan terkoreksi pada akhir pekan ini, Jumat (24/11), akibat jumlah volume beli yang kembali menipis dibandingkan dengan volume jual.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, maraknya aksi jual oleh pelaku pasar ini juga dilatarbelakangi oleh pelemahan bursa saham Asia dan aturan baru perdagangan China.

"Berbalik melemahnya laju IHSG memberikan potensi pelemahan kembali jika dibarengi dengan maraknya aksi jual," terang Reza dalam risetnya.



Namun, laju IHSG sebenarnya masih memiliki sentimen positif dari kondisi perekonomian dalam negeri. Untuk itu, Reza berharap jumlah volume jual bisa berkurang pada akhir pekan ini.

"Diharapkan pelemahan yang terjadi dapat lebih terbatas agar IHSG tidak masuk dalam tren pelemahannya," sambung Reza.

Ia memprediksi IHSG dapat bergerak dalam rentang support 6.035-6.049 dan resistance 6.083-6.104.

Sementara itu, analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menerangkan, IHSG masih menunjukan performa positif untuk meraih kembali rekor barunya. Hanya saja, ia berpendapat, koreksi wajar IHSG masih dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian.


"Konsolidasi lebih bersifat membentuk pondasi support level baru sehingga dapat kuat menopang pada saat terjadi tekanan," papar William dalam risetnya.

Dengan demikian, ia optimis IHSG bakal bangkit (rebound) pada akhir pekan ini. Menurut William, IHSG dapat bergerak dalam rentang support 5.972 dan resistance 6.123.

Sekadar informasi, IHSG kemarin melemah tipis 6,54 poin atau 0,1 persen ke level 6.063 setelah bergerak di antara 6.056-6.090. Padahal, nilai tukar rupiah ditutup menguat di level Rp13.511 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kemudian, mayoritas bursa saham Wall Street masih bergerak melemah tadi malam. Dow Jones dan S&P500 terkoreksi 0,27 persen dan 0,08 persen, sedangkan Nasdaq Composite menguat tipis 0,07 persen.

(lav/lav)