Bank Mandiri Setop Kredit Baru ke Sekitar Gunung Agung

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 10:32 WIB
Bank Mandiri Setop Kredit Baru ke Sekitar Gunung Agung Bank Mandiri mulai menyetop penyaluran kredit baru ke nasabah sekitar kawasan bencana erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali mulai minggu ini. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengaku, mulai menyetop penyaluran kredit baru ke nasabah di sekitar kawasan bencana erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali mulai minggu ini hingga kondisi sekitar membaik.

Direktur Distribusi Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, hal ini sebagai bentuk mitigasi awal dari perseroan guna mengantisipasi dampak jangka panjang yang ditimbulkan oleh bencana Gunung Agung ke kualitas kredit perbankan. Adapun aktivitas gunung tertinggi di Pulau Dewata tersebut telah berlangsung dalam tiga bulan terakhir.

“Daerah yang paling terpengaruh masalah Gunung Agung adalah Kabupaten Karangasem. Untuk permintaan kredit baru dari sekitar daerah tersebut untuk sementara kami hold (tahan) dulu,” ujar Hery kepada CNNIndonesia.com, Rabu (6/12).


Sementara untuk kredit yang telah disalurkan dilihat Hery belum memberi dampak pada peningkatan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) Bank Mandiri.

Pasalnya, perseroan turun melakukan mitigasi berupa pemantauan yang lebih ketat kepada para debitur.


“Dalam kurun waktu yang pendek belum kelihatan. Jika nanti ada dampak terhadap bisnis debitur tersebut, tentunya bank akan melakukan restrukturisasi terhadap kredit yang terkena dampak,” katanya.

Kendati begitu, Hery memproyeksi, terdapat sekitar Rp33 miliar kredit yang berpotensi mengalami penurunan kualitas. Kredit tersebut berasal dari sekitar 20 debitur segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hal ini disebabkan adanya potensi penurunan kemampuan membayar dari debitur lantaran pendapatan dan pekerjaan terdampak dari bencana alam ini. "Karena satu dan lain hal, usaha debitur tidak bisa berjalan normal," jelasnya.


Adapun khusus segmen kredit konsumer disebutn Herry belum terdampak. "Kredit konsumer tidak ada dampak karena domisili nasabah kebanyakan di daerah yang aman," pungkasnya.

Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengaku belum menerima informasi terkait penahanan penyaluran kredit Bank Mandiri di wilayah tersebut. Namun, ia memastikan bahwa lembaga pengawas industri jasa keuangan itu akan segera mengeceknya.

“Nanti saya cek dulu ya,” terang Heru melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com. (agi/agi)