Edukasi Keuangan

Agar Tak Tercekik Utang Jelang Godaan Diskon Akhir Tahun

Agustiyanti, CNN Indonesia | Sabtu, 09/12/2017 16:53 WIB
Agar Tak Tercekik Utang Jelang Godaan Diskon Akhir Tahun Berbagai barang dan merek akan dipampang dengan gimmick diskon besar-besaran. Tentu, ini godaan berat bagi Anda yang menggilai belanja. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang pergantian tahun, umumnya pusat-pusat perbelanjaan menawarkan pesta diskon. Tak terkecuali, online shop. Bahkan, para pemilik lapak online shop sudah pasang kuda-kuda menggelar pesta diskon pada 12 Desember nanti, bertepatan dengan perayaan hari belanja nasional (harbolnas).

Berbagai barang dan merek akan dipampang dengan gimmick diskon besar-besaran. Tentu, ini godaan berat bagi Anda yang menggilai belanja.

Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengungkapkan, akhir tahun memang membuat banyak orang secara psikologis ingin melakukan banyak perubahan, sehingga mendorong aktivitas belanja dengan membeli barang-barang baru.


Supaya Tak Tercekik Utang Usai Pesta DiskonBerbagai barang dan merek akan dipampang dengan gimmick diskon besar-besaran. Tentu, ini godaan berat bagi Anda yang menggilai belanja. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari).

Belum lagi ditambah dorongan dari masuknya bonus tahunan dan banyaknya tawaran diskon yang semakin mendukung keinginan untuk berbelanja di akhir tahun. 

"Akhir tahun memang biasanya banyak toko yang memberikan diskon. Kesempatan ini bisa digunakan, tapi usahakan beli yang dibutuhkan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (9/12).

Eko menyarankan, guna menghindari membeli barang yang tidak dibutuhkan, sebaiknya Anda mencatat barang apa saja yang perlu dibeli menjelang akhir tahun. Ketika akan memutuskan membeli sebuah barang, pertimbangkan lagi sejauh apa kebutuhan membeli barang tersebut.

"Ketika mau beli, lihat sekeliling kita. Apakah perlu? Apa kalau tidak dibeli bermasalah?" saran dia.

Perencana Keuangan dari Tatadana Tejasari Assad mengungkapkan, musim diskon akhir tahun sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk membeli barang-barang dengan harga yang murah. Namun, menentukan kebutuhan atau keinginan menjadi hal yang paling mendasar yang harus ditanamkan saat akan berbelanja.

“Keinginan berbelanja ini memang sering terdorong informasi diskon dan cashback (program pengembalian uang tunai). Kita harus lihat kondisi keuangan dulu. Ada tidak untuk bayar? Mensiasatinya, kalau belanja untuk keinginan, bayar dengan tabungan atau cash tertentu yang sudah dialokasikan,” terang dia.

Selain itu, ia mengingatkan, Anda sebaiknya tak menggunakan kartu kredit untuk memenuhi semua keinginan berbelanja di akhir tahun. Kartu kredit boleh digunakan, sepanjang bisa membuat perhitungan ada kemampuan bayar saat kartu kredit jatuh tempo.

"Bahaya itu, banyaknya tawaran cicilan nol persen. Jangan sampai terlena, tanpa sadar ada 12 cicilan dan tak sanggup bayar saat jatuh tempo," ungkap Tejasari.

Ia juga mengingatkan untuk membuat daftar barang apa saja yang butuh atau ingin dibeli sesuai kemampuan keuangan. Jangan sampai berbelanja ‘membabi buta’ hingga melewati batas kemampuan finansial. 

“Harus di-list (ditulis daftar). Jangan sampai, saking manisnya penawaran, semua dibeli. Selama uanganya ada sih, tidak masalah. Tapi, jangan sampai dana darurat terpakai atau kartu kredit digunakan lewat batas kemampuan bayar,” pungkasnya. (bir)