Makanya, Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, persepsi wait and see alias menunggu dan melihat tak perlu menjadi momok bagi pertumbuhan ekonomi tahun depan.
"Pilkada ini bukan sesuatu yang baru, aman-aman saja. Pengusaha, saya tanya ke teman-teman, business as usual (bisnis berjalan seperti biasa) saja lah. Enggak kuatir sama sekali, jalan saja kok," ujarnya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (12/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu akan berdampak positif pada permintaan ekspor produk Indonesia. Hal itu juga didukung oleh perbaikan harga komoditas, mengingat sebagian ekspor Indonesia masih mengandalkan sumber daya alam.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini laju perekonomian Indonesia tahun depan tidak akan tertahan oleh tahun politik. Bahkan, konsumsi masyarakat berpotensi naik karena ada belanja politik seperti spanduk dan kaus.
Sebagai informasi, perhelatan pilkada tahun depan diikuti oleh 171 daerah kabupaten/kota. (bir)