Direvisi ke Atas, Ekonomi AS Kuartal III Tumbuh 3,3 Persen

Agustiyanti, CNN Indonesia | Kamis, 30/11/2017 14:21 WIB
Direvisi ke Atas, Ekonomi AS Kuartal III Tumbuh 3,3 Persen Laju perekonomian AS di kuartal III yang tumbuh lebih cepat memperkuat kemungkinan bank sentral AS untuk mengerek suku bunganya di akhir tahun ini. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal tiga tahun ini tercatat tumbuh 3,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih cepat dari perkiraan semula dan mencatatkan kenaikan tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhaan tersebut didorong oleh perbaikan investasi pemerintah.

Departemen Perdagangan AS dalam perkiraan kedua PDB pada Rabu (29/11) waktu setempat menjelaskan, pertumbuhan di kuartal tiga tersebut lebih tinggi sejak 2014 dan terdorong oleh pertumbuhan di kuartal dua sebesar 3,1 persen. Pejabat secara berkala memperbaharui statistik ekonomi ketika data lebih lengkap tersedia.

Perekonomian AS sebelumnya dilaporkan tumbuh pada laju 3 persen pada periode Juli-September. Ini adalah pertama kalinya sejak 2014, di mana ekonomi mengalami pertumbuhan 3 persen atau lebih selama dua kuartal berturut-turut.


"Meskipun terjadi perbaikan, keberlanjutan pertumbuhan bergantung pada permintaan dan penimbunan barang setelah persediaan habis," kata Kepala Ekonom Stifel Fixed Income Lindsey Piegza di Chicago, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/11)

Para ekonom memperkirakan bahwa pertumbuhan PDB kuartal ketiga akan meningkat menjadi 3,2 persen. Laju pertumbuhan yang cepat memperkuat perkiraan bahwa Federal Reserve menaikkan suku bunga bulan depan. Bank sentral AS saat ini tercatat telah meningkatkan biaya pinjaman dua kali tahun ini

Ketua Fed Janet Yellen menjelaskan, basis ekspansi ekonomi AS akan semakin luas ke berbagai sektor. Ia pun memperkirakan ekonomi AS akan terus ekspansif.

Pemulihan ekonomi sejak resesi 2007-2009 sekarang berada di tahun kedelapan dan menunjukkan sedikit tanda-tanda pelemahan. Perekonomianm pada tahun ini antara lain akan didorong oleh pasar tenaga kerja yang membaik.

Para ekonom melihat pertumbuhan ekonomi AS antara lain turun didorong upaya Presiden Donald Trump dan rekan-rekan Republikan di Kongres melalui paket pemotongan pajak yang luas, termasuk mengurangi tingkat pajak penghasilan perusahaan menjadi 20 persen dari 35 persen.

Trump menginginkan pajak yang lebih rendah untuk mengangkat pertumbuhan PDB tahunan menjadi 3 persen secara berkelanjutan. Namun, stimulus fiskal akan datang saat ekonomi berada pada posisi penuh.

"Pemotongan pajak penghasilan korporat dan pribadi akan berdampak minimal terhadap pertumbuhan dalam jangka panjang," kata Kepala Ekonom di PNC Financial Gus Faucher di Pittsburgh. (agi/agi)