Chevron Start Telaah Proyek IDD Gendalo-Gehem

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Kamis, 14/12/2017 13:50 WIB
Chevron Start Telaah Proyek IDD Gendalo-Gehem Ilustrasi. Proyek ini merupakan proyek tahap kedua dari Indonesia Deepwater Development di Kalimantan Timur, dengan potensi produksi gas alam cari 3 triliun kaki kubik. (Dok. Chevron).
Jakarta, CNN Indonesia -- Chevron Indonesia memulai kegiatan studi proyek Gendalo-Gehem yang merupakan tahap kedua dari Poryek Indonesia Deepwater Development (IDD) di Kutei Basin, Kalimantan Timur. Potensi gas alam yang diproduksi dari proyek ini diperkirakan mencapai 3 triliun kaki kubik.

Sekadar mengingatkan, tahap pertama proyek IDD, yakni Proyek Bangka, berproduksi sejak Agustus 2016 lalu dengan kapasitas terpasang 110 juta kaki kubik gas dan 4.000 barel kondensat per hari.

Sampai saat ini, enam kargo Gas Alam Cair (LNG) hasil produksi Lapangan Bangka telah dikapalkan dari Terminal LNG Bontang sebagai bagian dari Perjanjian Jual-Beli LNG Proyek Bangka dengan Pertamina selama lima tahun.


“Kegiatan studi (proyek Gendalo Gehem) ini akan mendalami alternatif-alternatif yang dapat menurunkan kebutuhan biaya kapital secara signifikan dan meningkatkan tingkat kelayakan proyek,” ujar Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit Chuck Taylor,  dalam keterengan resmi, dikutip Kamis (14/12).

Taylor menyampaikan, tentang kegiatan studi Proyek IDD tersebut dalam acara penandatanganan dua kontrak, yang disaksikan oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, di atas unit produksi terapung West Seno, fasilitas di mana gas Lapangan Bangka diproses, kemarin.

Penandatanganan dua kontrak tersebut, terkait studi kelayakan pekerjaan keteknikan dan desain proyek IDD yang akan dikerjakan oleh PT Worley Parsons Indonesia untuk lingkup bawah laut (subsea) dan PT Tripatra Engineering untuk lingkup fasilitas produksi. 

“Kami menghargai dukungan Pemerintah Indonesia untuk Proyek IDD yang telah dimasukkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional,” jelasnya sembari menyampaikan harapannya agar pekerjaan dalam kontrak rampung pada 2018.

Sebagai informasi, Chevron (operator) memegang 63 persen saham kepemilikan di Proyek IDD (secara agregat), bersama mitra joint venture lainnya, yaitu Eni, Tip Top, PHE dan para mitra Muara Bakau.

Pada tahun 2008 silam, perusahaan pernah mengajukan rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) lapangan Gehem dan Gendalo pada 2008 silam dengan nilai investasi mencapai US$6 miliar.

Kemudian, nilai investasi tersebut direvisi kembali pada 2013 lalu menjadi US$12 miliar. Namun, dua tahun setelahnya, Chevron menyerahkan kembali PoD dengan nilai investasi yang meningkat, yakni di kisaran US$9 miliar hingga US$10 miliar.

Di dalam perencanaan sebelumnya, lapangan Gehem diproyeksikan bisa menghasilkan gas sebesar 420 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan minyak sebanyak 27 ribu barel per hari (bph). Sementara itu, lapangan Gendalo diperkirakan bisa menghasilkan gas hingga 700 MMSCFD dan minyak 25 ribu bph. (bir)