Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyebut, proyek lapangan BD akan memberikan sumbangsih kepada produksi migas nasional. Lapangan ini diproyeksikan memiliki puncak produksi gas sebanyak 100 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan 7 ribu barel kondensat per hari.
“Produksi proyek ini turut berkontribusi pada peningkatan produksi migas nasional," ujarnya dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Jumat (22/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, proses bisnis yang terlampau lama ini memiliki berbagai konsekuensi, seperti belanja modal yang membengkak, biaya tenaga ahli yang meningkat, biaya pemakaian peralatan, hingga target capaian produksi yang tak bisa terealisasi.
Sekadar informasi, lapangan BD Madura merupakan bagian dari Wilayah Kerja (WK) Madura Strait, yaitu 65 km sebelah timur Surabaya dan 16 km sebelah selatan Pulau Madura. Lapangan BD Madura memiliki cadangan gas sebesar 442 miliar kaki kubik (BSCF) dengan periode produksi 13 tahun dan plateau selama 12 tahun.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mencatat realisasi produksi gas sebesar 7.512 MMSCFD per semester I silam. Angka ini mencapai 95,6 persen dari target produksi sesuai rencana kerja dan anggaran (Work Program and Budget/WP&B) dengan besaran 7.859 MMSCFD.