IdEA Sebut Pengumpulan Data Bikin Untung e-Commerce

Setyo Aji Harjanto, CNN Indonesia | Jumat, 15/12/2017 20:15 WIB
IdEA Sebut Pengumpulan Data Bikin Untung e-Commerce Asosiasi e-Commerce Indonesia (IdEa) menilai, rencana BPS untuk melakukan mengumpulan data e-commerce menguntungkan bagi pelaku usaha di sektor tersebut. (Thinkstock/ipopba)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi e-Commerce Indonesia/Indonesian e-Commerce Asosiation (IdEA) menilai, rencana Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan mengumpulan data perdagangan elektronik (e-commerce) menguntungkan bagi pelaku usaha di sektor tersebut.

“Pelaku usaha bisa mengetahui posisinya di industri, dengan membandingkan data makro dengan data perusahaan, misalnya tau data year on year (yoy) bisnis bagus terus pesta,” ujar Ketua Bidang Ekonomi dan Bisnis IdEA Ignatius Untung saat ditemui setelah acara Sosialisasi Pengumpulan Data e-Commerce di Jakarta, Kamis (15/12).

Ia mengakui, pengumpulan data e-commerce tak mudah, karena sebagian besar pelaku usaha e-commerce adalah perusahaan tertutup (private) sehingga mereka merasa tidak punya kewajiban untuk membagi data perusahaannya kepada publik. Selain itu, menurut dia, bagi perusahaan e-commerce, data terbilang sakral karena biasanya hanya dibuka kepada investor saat melakukan penggalangan dana.

Kendati demikian, Ia mengimbau kepada seluruh anggota IdEA yang berjumlah 320 e-dommerce untuk ikut mengumpulkan datanya melalui BPS. Pasalnya data-data individual perusahaan dijamin kerahasiaannya sehingga tidak perlu khawatir adanya kebocoran data individual.


“Sebelumnya kami juga pernah mencoba pengumpulan data. Tapi gagal karena hasilnya tidak akurat. Saat itu pengumpulannya bekerja sama dengan swasta, jadi banyak kekhawatiran mengenai jaminan kerahasiaannya,” tuturnya.

Sebelumnya pemerintah berencana mengumpulkan data e-commerce di Indonesia. Pengumpulan data tersebut salah satunya berfungsi sebagai referensi pembuatan peta jalan (road map) e-commerce yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 74 Tahun 2017 tentang Sistem Perdagangan Berbasis Elektronik.

Data yang ingin dikumpulkan antara lain berupa transaksi, omzet, teknologi, investasi luar dan dalam negeri, serta metode pembayaran e-commerce. BPS pun menngklasifikasikan e-commerce dalam 9 kategori diantaranya market place, transportasi, logistik, pembayaran, dan perusahaan investasi.

Rencananya data akan mulai dikumpulkan pada pekan pertama atau pekan kedua Januari 2018. Hasilnya akan keluar sebulan setelahnya atau pada Februari 2018. (agi/agi)