WIKA Angkat Suara soal 29 Proyek Strategis Nasional

Setyo Aji Harjanto , CNN Indonesia | Senin, 18/12/2017 20:09 WIB
WIKA Angkat Suara soal 29 Proyek Strategis Nasional Perseroan menyatakan terdapat 29 proyek selesai sampai dengan 2017 dari total 65 PSN yang dikerjakan oleh BUMN itu. (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk angkat suara mengenai jumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah rampung hingga akhir November 2017. Perseroan menyatakan terdapat 29 proyek selesai sampai dengan 2017 dari total 65 PSN yang dikerjakan oleh BUMN itu.

Dari ke-29 proyek tersebut di antaranya adalah Bendungan Jatigede di Sumedang Jawa Barat, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kalimantan, PLBN Entikong di Kalimantan serta Terminal tiga Bandara Soekarno-Hatta.

“Dengan demikian, apabila disampaikan Proyek Strategis Nasional baru menyelesaikan 4 dari total 245 yang direncanakan, maka diperlukan penjelasan tambahan bahwa target waktu penyelesaian dari proyek-proyek strategis nasional tersebut memiliki perbedaan antara satu dan lainnya,” kata Sekretaris Perusahaan WIKA Puspita Anggraeni, Senin (17/12).


Selain ke-29 proyek yang telah rampung di 2017, terdapat 18 proyek ditargetkan selesai di 2018, 12 proyek di 2019, tiga proyek di 2020, dua proyek sedang berlangsung, serta satu proyek ditunda.

Perusahaan, sambung Puspita, menargetkan untuk menyelesaikan proyek sesuai target. Salah satunya, adalah rekayasa dan langkah percepatan yang aman dan terukur.

Sebelumnya, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang perubahan atas Perpres Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), pemerintah menambah 55 PSN baru, dengan demikian total daftar PSN terdiri dari 245 Proyek.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Kementerian Koordinator Perekonomian, hingga akhir November 2017, sejumlah proyek yang masuk dalam daftar PSN rampung.

Tiga proyek di antaranya merupakan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dengan investasi Rp415 miliar, sedangkan satu proyek lainnya adalah jalan tol akses Tanjung Priok senilai Rp 6,7 Triliun. (asa/asa)