Dari ke-29 proyek tersebut di antaranya adalah Bendungan Jatigede di Sumedang Jawa Barat, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kalimantan, PLBN Entikong di Kalimantan serta Terminal tiga Bandara Soekarno-Hatta.
“Dengan demikian, apabila disampaikan Proyek Strategis Nasional baru menyelesaikan 4 dari total 245 yang direncanakan, maka diperlukan penjelasan tambahan bahwa target waktu penyelesaian dari proyek-proyek strategis nasional tersebut memiliki perbedaan antara satu dan lainnya,” kata Sekretaris Perusahaan WIKA Puspita Anggraeni, Senin (17/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ke-29 proyek yang telah rampung di 2017, terdapat 18 proyek ditargetkan selesai di 2018, 12 proyek di 2019, tiga proyek di 2020, dua proyek sedang berlangsung, serta satu proyek ditunda.
Perusahaan, sambung Puspita, menargetkan untuk menyelesaikan proyek sesuai target. Salah satunya, adalah rekayasa dan langkah percepatan yang aman dan terukur.
Berdasarkan data yang dipublikasikan Kementerian Koordinator Perekonomian, hingga akhir November 2017, sejumlah proyek yang masuk dalam daftar PSN rampung.
Tiga proyek di antaranya merupakan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dengan investasi Rp415 miliar, sedangkan satu proyek lainnya adalah jalan tol akses Tanjung Priok senilai Rp 6,7 Triliun. (asa/asa)