Jelang Tutup Tahun, Jumlah Investor Saham Tumbuh 25 Persen

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Kamis, 28/12/2017 11:16 WIB
Jelang Tutup Tahun, Jumlah Investor Saham Tumbuh 25 Persen PT Kustodian Sentral Efek Indonesia mencatat jumlah investor pasar modal naik 25,24 persen jelang akhir 2017, investor pria masih mendominasi aktivitas bursa. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor pasar modal naik 25,24 persen jelang akhir tahun atau tepatnya 20 Desember 2017 ini, dibandingkan dengan November akhir tahun lalu.

Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari mengungkapkan, jumlah investor tersebut sudah mencakup investasi di saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara, dan sebagainya.

"Jumlah ini terkonsolidasi dalam Single Investor Identification (SID)," terang Friderica, Rabu (27/12).


Jumlah investor lokal kian menanjak, di mana porsi kepemilikannya naik menjadi 54,59 persen dibandingkan akhir tahun lalu sebesar 51,77 persen.

"Makanya ini menunjukan kontribusi investor domestik yang semakin besar di pasar modal," kata Friderica.

Aktivitas pasar saham masih didominasi oleh investor pria, yakni dengan persentase mencapai 59,3 persen. Sementara, sebanyak 26,24 persen atau mayoritas investor yang menanamkan dananya di pasar modal berusia muda yakni 21 tahun-30 tahun.

"Untuk statusnya sebagai pegawai swasta dan berpendidikan sarjana yaitu 51,21 persen," sambung Friderica.

Untuk tahun depan, KSEI tidak memiliki target dalam kenaikan jumlah investor. Namun, yang pasti jumlah investor akan bertambah 4,5 juta investor karena pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah terkait program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

"Nah, uniknya, dana yang dikumpulkan akan diinvestasikan dalam bentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) reksa dana. Jadi, ini durian runtuh bagi pasar modal," paparnya beberapa waktu lalu.

Adapun, total aset yang tercatat dalam sistem KSEI, C-BEST, selama 2012 hingga Desember 2017 sebesar Rp4.269 triliun. Angka itu telah meningkat 54,5 persen dari posisi 2012 sebesar Rp2.762 triliun.

"Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)," jelas Friderica. (lav/lav)