Profit Taking Jadi Penghalang Penguatan IHSG

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Rabu, 27/12/2017 08:06 WIB
Profit Taking Jadi Penghalang Penguatan IHSG Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan diramalkan tertahan pada hari ini akibat aksi ambil untung menjelang pengujung tahun oleh pelaku pasar. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan tertahan pada hari ini, Rabu (27/12), akibat aksi ambil untung (profit taking) menjelang pengujung tahun oleh pelaku pasar.

Analis Mega Capital Indonesia Fikri Syaryadi menyatakan, profit taking ini dilakukan pasca rekor yang kembali ditorehkan IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu hingga menembus ke level 6.221.

"Profit taking menahan penguatan, pelemahan mungkin terjadi," terang Fikri kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/12).


Kendati demikian, pelemahan dipandang tidak terlalu dalam karena masih ada sentimen positif yang menopang laju IHSG jelang akhir tahun ini.

"(Sentimen positif berasal dari) Rating dari lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings," kata Fikri.

Seperti diketahui, Fitch Ratings baru saja menaikan peringkat utang Indonesia menjadi BBB dari sebelumnya BBB- dengan prospek stabil.

Untuk hari ini, Fikri memproyeksi IHSG berada dalam rentang support 6.180 dan resistance 6.260. Sementara, ia menyarankan pelaku pasar untuk mencermati saham sektor ritel.

"Hal itu karena konsumsi libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018," jelas Fikri.

Adapun, analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menjelaskan, kestabilan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal mendorong IHSG untuk kembali mencetak rekor terbarunya.

"Sisa perdagangan hingga penghujung tahun 2017 masih terlihat akan diwarnai oleh pencapaian prestasi bagi IHSG," kata William dalam risetnya.

Dengan demikian, ia optimis IHSG dapat menguat hingga sore ini dengan pergerakan di rentang 6.032 hingga 6.258.

Sebagai informasi, IHSG menguat 1,66 persen sepanjang pekan lalu. Hal ini turut berimbas pada kenaikan nilai kapitalisasi pasar sebesar 1,59 persen menjadi Rp6,8 triliun. (lav/lav)