Jelang Akhir Tahun, Laju IHSG Melesat 1,66 Persen

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Minggu, 24/12/2017 09:50 WIB
Jelang Akhir Tahun, Laju IHSG Melesat 1,66 Persen Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang akhir tahun, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,66 persen sepanjang pekan ini hingga menembus level 6.200 atau lebih tepatnya ke level 6.221.

Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Yulianto Aji Sadono, mengungkapkan, penguatan ini membuat nilai kapitalisasi pasar tumbuh sebesar 1,59 persen menjadi Rp6,8 triliun.

"Kenaikan IHSG juga diikuti dengan peningkatan kapitalisasi pasar BEI yang juga meraih level tertingginya sepanjang masa," ungkap Aji dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (24/12).


Peningkatan IHSG ini dimotori oleh rata-rata nilai transaksi harian BEI yang juga melonjak 18,66 persen dari Rp7,9 triliun menjadi Rp9,4 triliun. Selain itu, rata-rata volume transaksi harian BEI naik 28,26 persen menjadi 18,56 miliar lembar saham.

"Rata-rata frekuensi transaksi harian BEI mengalami perubahan 7,72 persen menjadi 271,1 ribu kali transaksi," sambung Aji.

Menariknya lagi, aliran modal asing ke pasar modal mulai marak kembali pada pekan ini. Terbukti, pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp528 miliar.

"Meski sepanjang tahun ini pelaku pasar asing mencatatkan jual bersih Rp39,8 triliun," terang Aji.

Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama berpendapat, kenaikan signifikan yang terjadi pada IHSG ditopang oleh kenaikan peringkat surat utang Indonesia oleh Fitch Ratings menjadi BBB dari BBB-.

"Kekuatan terbesar pekan ini dari Fitch Ratings memang sampai tembus ke 6.200," kata Nafan.

Tak hanya akan berimbas positif pada pekan ini, kenaikan peringkat oleh lembaga pemeringkat internasional tersebut juga diakui Nafan akan menopang pertumbuhan ekonomi tahun 2018.

"Ini juga akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan," sambungnya.

Selain itu, aksi window dressing oleh sebagian emiten dan perusahaan manajer investasi rupanya juga menambah deras transaksi saham pada pekan ini. Alhasil, laju IHSG pun ikut terkerek dan hampir setiap hari mencatatkan rekor tertingginya.

"Window dressing dilakukan pelaku pasar lokal dalam rangka mempercantik portofolio mereka, adapun dari sisi emiten mereka mempercantik laporan keuangan," pungkas Nafan.

(ard)