Aksi Profit Taking Bakal Ramaikan Perdagangan Awal Tahun

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Selasa, 02/01/2018 08:10 WIB
Aksi Profit Taking Bakal Ramaikan Perdagangan Awal Tahun IHSG diramalkan terkoreksi pada perdagangan awal tahun ini, seiring aksi pelaku pasar yang cenderung bakal ambil untung (profit taking). (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan terkoreksi pada perdagangan awal tahun ini, Selasa (2/1), seiring aksi pelaku pasar yang cenderung bakal melakukan ambil untung (profit taking).

Analis KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko menyatakan, sebagian pelaku pasar bakal merealisasikan keuntungannya setelah IHSG menorehkan rekor terbaru pada Jumat (29/12) kemarin ke level 6.355.

"Keadaan jenuh beli pada indicator overbought dan oversold harian memberikan sinyal pasar cukup rentan aksi jual pada bulan Januari tahun 2018," papar Yuganur dalam risetnya, dikutip Selasa (2/1).


Namun begitu, kondisi ini sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh pelaku pasar lainnya untuk melakukan akumulasi beli atau masuk ke pasar modal dengan harga murah.

"Jadi akumulasi trading buy on weakness," terang Yuganur.

Di sisi lain, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengungkapkan, laju IHSG hari ini akan ditopang oleh rilis data perekonomian dalam negeri.

Rencananya, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis tingkat inflasi pada bulan Desember 2017. Menurut William, inflasi akhir tahun 2017 masih dalam posisi stabil dan terkendali.

"Kemudian pergerakan harga komoditas juga mewarnai pola gerak IHSG," kata William.

Secara keseluruhan, ia berpendapat, optimisme pelaku pasar terhadap pasar modal Indonesia semakin tinggi. Ia memprediksi, hari ini IHSG bergerak dalam rentang support 6.123 dan resistance 6.389.

Sebagai informasi, selain laju IHSG yang mencatatkan rekor pada akhir perdagangan tahun 2017, nilai kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) BEI juga menembus Rp7.052 triliun.

Namun, tiga indeks utama bursa saham Wall Street berakhir di teritori negatif pada akhir perdagangan tahun 2017 kemarin. Dow Jones turun 0,48 persen, S&P500 merosot 0,52 persen, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,67 persen. (agi/agi)