Perdagangan Pertama 2018, IHSG Dibuka Menguat di Level 6.366

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Selasa, 02/01/2018 09:20 WIB
Perdagangan Pertama 2018, IHSG Dibuka Menguat di Level 6.366 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pertama tahun ini (2/1) dibuka di level 6.366 atau naik 0,16 persen. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pertama tahun ini (2/1) dibuka di level 6.366 atau naik 0,16 persen dari penutupan perdagang di akhir tahun lalu.

"Indeks harapan saya, lebih baik di tahun ini dengan harapan kondisi nasional yang lebih baik," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla pada pembukaan pertama Bursa Efek Indonesia di 2018, Selasa (2/1).

Kalla menuturkan, Indonesia patut bersyukur dengan kondisi ekonomi saat ini yang membaik hampir pada seluruh indikator. Inflasi, menurut dia, terjaga pada kisaran yang rendah, demikian pula dengan posisi utang yang relatif terjaga.

"Kondisi politik membaik, harga komoditas uang dulu menjadi kambing hitam juga membaik, sekarang naik," ungkap Kalla.


Perdagangan pertama di awal tahun ini tersebut sempat diwarnai insiden mati listrik yang terjadi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak pukul 07.14 WIB. Kendati demikian, insiden tersebut tak sempat mengganggu perdagangan di BEI lantaran adanya ipaya pemulihan dan manajemen krisis yang baik. 

Pada pukul 08.15 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) diputuskan bahwa perdagangan telah berjalan normal tanpa adanya perubahan jadwal perdagangan.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh 25 persen sepanjang tahun 2018. Angka itu lebih tinggi 4,53 persen dibandingkan dengan pencapaian pertumbuhan IHSG pada tahun 2017, yakni 20,47 persen.

Bila dihitung berdasarkan penutupan IHSG akhir tahun 2017 di level 6.355, maka IHSG diharapkan bisa tembus ke level sekitar 7.943 pada tahun 2018.

Adapun BEI juga menargetkan pada tahun ini, kapitalisasi pasar modal di tanah air dapat menembus Rp10 ribu triliun, naik sekitar 40 persen dari posisi akhir tahun lalu sebesar 7,052 triliun. (agi/agi)


BACA JUGA