Anies Sebut BI Bakal Review Program OK Otrip

Yuli Yanna Fauzie & Mesha Mediani, CNN Indonesia | Jumat, 05/01/2018 14:14 WIB
Anies Sebut BI Bakal <i>Review</i> Program OK Otrip Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, BI akan me-review program layanan transportasi terintergrasi bagi masyarakat, One Karcis One Trip (OK Otrip). c(CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, Bank Indonesia (BI) akan melakukan peninjauan (review) terhadap program layanan transportasi terintergrasi bagi masyarakat, One Karcis One Trip (OK Otrip).

Anies bilang, peninjauan ini menunjukkan dukungan dari BI kepada program yang digagasnya itu, sekaligus melihat kembali kesiapan program OK Otrip. Pasalnya pada 15 Januari 2018 mendatang, proyek percobaan dari program ini akan dilangsungkan oleh Pemprov DKI Jakarta hingga 15 April 2018.

"Tadi Bapak Gubernur BI memberikan instruksi kepada jajarannya untuk melakukan review dan bisa mendukung agar program OK Otrip ini pilot-nya bisa berjalan dengan baik," ucap Anies usai bertemu dengan Gubernur BI Agus D.W Martowardojo di Gedung BI, Jumat (5/1).


Menurutnya, review yang akan dilakukan BI terkait sistem pembayaran dalam program OK Otrip. Pasalnya, dengan program ini, masyarakat akan menggunakan uang elektronik untuk melakukan transaksi pembayaran saat menggunakan transportasi, seperti layaknya Transjakarta.

"Maka kami memerlukan dukungan dari BI agar program OK Otrip yang menggunakan kartu, itu bisa tersambungkan dengan sistem perbankan dan sesuai dengan seluruh ketentuan peraturan yang ada di BI," jelasnya.

Selain melihat kesesuain dengan sistem pembayaran yang diatur BI, Anies bilang, BI akan turut melihat bagaimana pelaksanaan pilot project nanti. Hal ini untuk memastikan apa saja kekurangan dan bagaimana kelancaran dari program tersebut.

Kendati begitu, ia belum menjabarkan lebih jauh mengenai batas waktu review tersebut dan seperti apa arahan dari BI lebih lanjut.

Anies sendiri telah meluncurkan secara resmi program yang digagasnya sejak masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada awal tahun kemarin. Peluncuran dilakukan pada akhir tahun kemarin, tepatnya 14 Desember 2017.

Bersamaan dengan peluncuran itu, kartu uang elektronik bisa didapat masyarakat di halte Transjakarta mulai 22 Desember 2017 kemarin. Sementara untuk tarif akan dikenakan sebesar Rp5 ribu bila program sudah efektif.

Namun, usai diluncurkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan lebih dulu melakukan pilot project pada Januari-April 2018. Dengan pilot project ini, Pemprov akan memberi potongan harga (diskon) menjadi Rp3.500 per tiga jam perjalanan.

Adapun uji coba direncanakan akan melibatkan 69 angkutan bus kecil di empat wilayah, yakni Jelambar, Duren Sawit, Warakas, dan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Anies menargetkan seluruh titik sudah terhubung dengan OK Otrip ini pada 2020 mendatang.

Selain membahas OK Otrip, Anies juga mengaku membahas mekanisme pembayara pajak dan retribusi daerah dengan BI. Ke depannya, Pemprov DKI berkeinginan memanfaatkan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dalam mengumpulkan pajak dan retribusi dengan memanfaatkan.

Melalui GPN, Anies berharap Pemprov DKI bisa mengelola pembayaran pajak dengan lebih baik, transparan, dan tepat waktu. (agi)