Pemerintah Bakal Impor 500 Ribu Ton Beras Bulan Ini

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Jumat, 12/01/2018 08:44 WIB
Pemerintah Bakal Impor 500 Ribu Ton Beras Bulan Ini Kementerian Perdagangan akan mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton, khusus demi menjaga stok dan harga beras yang saat ini melonjak di pasaran. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan akan mengimpor beras khusus demi menjaga stok dan harga beras yang saat ini melonjak di pasaran. Rencananya, beras khusus yang diimpor memiliki volume 500 ribu ton dan akan sampai di Indonesia akhir Januari 2018 ini.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, langkah impor ini diambil sebagai solusi yang efektif dalam waktu singkat. Menurutnya, panen memang sudah mulai terjadi pada bulan Januari dan Februari, hanya saja, jumlahnya masih belum bisa ditentukan.

“Dari sisi pasokan, panen memang ada setiap hari cuma jumlahnya berbeda. Diperkirakan, Februari hingga Maret kami akan mengisi gap ini dan kami tak mau kekurangan pasokan, maka kami akan impor beras khusus, yakni beras yang tidak ditanam di dalam negeri,” ujar Enggartiasto di Kemendag, Kamis malam (11/1).


Lebih lanjut ia mengatakan, impor ini akan dilaksanakan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang akan mendatangkan beras dari Thailand dan Vietnam. Di samping itu, ia memastikan bahwa kualitas beras khusus ini mirip dengan beras yang diproduksi dalam negeri yakni varietas IR 64.

Kriteria beras khusus ini dimuat di dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018, di mana beras tersebut harus memiliki derajat sosoh 5 persen dengan kadar air yang relatif lebih kering ketimbang beras medium dan premium.

“Dan kami menjamin, nanti beras khusus itu akan kami jual dengan harga beras medium,” papar dia.

Pasca impor ini dilakukan, ia berharap harga beras di bulan Februari sudah kembali sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Aturan mengenai HET bagi beras jenis premium dan medium sebelumnya dituangkan ke dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017 dan telah berlaku 1 September 2017 silam.

Untuk beras jenis medium, pemerintah akan menetapkan HET di pulau Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Barat sebesar Rp9.450 per kg.


Sementara itu, HET beras medium di Sumatera (terkecuali Lampung dan Sumatera Selatan), Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan tercatat Rp9.950 per kg. Yang terakhir, HET beras medium tertinggi terdapat di Papua dan Maluku sebesar Rp10.250 per kg.

Nyatanya, berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga rata-rata beras medium nasional sudah di angka Rp11.900 per kg per 11 Januari 2018. Bahkan, di DKI Jakarta, harga beras medium sudah mencapai Rp13.600 per kg.

“Masalah perut, masalah pangan ini prioritas. Saya mau berbicara solusi, jadi saya pastikan bahwa beras masuk akhir Januari,” pungkas dia. (gir/gir)