Survei tersebut menunjukkan, sebanyak 19,44 persen responden akan merealisasikan investasi di semester pertama tahun ini. Jumlah tersebut meningkat dibanding semester pertama tahun lalu sebanyak 17,88 persen responden.
"Secara nilai, investasi pada semester I 2018 diperkirakan lebih rendah dibanding investasi semester II 2017, namun lebih tinggi dari investasi pada semester I 2017," tulis survei tersebut, dikutip Jumat (12/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ratusan Proyek Investasi Mangkrak |
Sebagian besar responden atau sekitar 54,81 persen mengkonfirmasi, investasi yang dilakukan bersifat investasi baru dan sebesar 21,72 persen merupakan pengganti atau replacement.
Beberapa faktor yang menurut responden menghambat rencana investasi, terutama terkait dengan masalah perizinan yang dikonfirmasi oleh 21,98 persen responden. Kemudian, masalah suku bunga dan kondisi infrastruktur yang dikonfirmasi masing-masing 14,13 persen dan 13,3 persen responden.
Adapun peningkatan investasi di awal tahun ini diperkirakan, akan terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan.
Peningkatan kegiatan investasi juga berdampak pada penggunaan tenaga kerja yang diperkirakan akan lebih tinggi, terutama di kuartal pertama tahun ini dibanding kuartal empat tahun lalu. Berdasarkan sektor lapangan usahanya, peningkatan terjadi pada seluruh sektor terutama pertambangan dan penggalian, serta sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan. (agi)