Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto mengatakan, realisasi pertumbuhan kredit itu sejalan dengan proyeksi bank sentral yang memperkirakan kenaikan kredit di kisaran 8-10 persen.
"Pertumbuhan kredit 2017 sebesar 8,1 persen setahun penuh. Namun, yang luar biasa sekali adalah pembiayaan dari pasar modal juga meningkatnya luar biasa," ujarnya, di Kompleks Perkantoran BI, mengutip Antara, Jumat (12/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga, kalau kami jumlahkan itu akan jauh lebih besar. Kira-kira hampir sekitar 11 persen karena pasar modal kita di atas 35 persen," terang dia.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menuturkan, pertumbuhan kredit tahun lalu, masih berpeluang menyentuh dua digit atau 10 persen.
"Tapi, memang masih missed (meleset) jika berdasarkan Rencana Bisnis Bank yang sebesar 11,8 persen. Tapi, masih mendekati dua digit untuk pertumbuhannya," imbuh Wimboh.
BI dan OJK sama-sama memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan akan pulih pada tahun ini, mengingat kondisi ekonomi domestik yang membaik dan konsolidasi perbankan yang segera tuntas. Dua regulator tersebut memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan di 2018 sebesar 10-12 persen hingga akhir tahun. (antara/bir)