Kelebihan Pasokan Tekan Harga Sewa Perkantoran dan Apartemen

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Minggu, 14/01/2018 15:03 WIB
Kelebihan Pasokan Tekan Harga Sewa Perkantoran dan Apartemen Colliers International menilai ada kelebihan pasokan perkantoran dan apartemen di wilayah DKI Jakarta yang berpotensi menekan harga sewa maupun harga jual. (Ilustrasi/ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Colliers International, konsultan properti, menilai ada kelebihan pasokan perkantoran dan apartemen di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Hal ini berpotensi menekan harga sewa maupun harga jual properti di sepanjang tahun ini.

Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto mengatakan, kelebihan pasokan mengakibatkan dinamika pada sektor properti di tahun ini. "Situasi kelebihan pasokan di perkantoran dan residensial bertingkat menempatkan tekanan terhadap penyewaan dan tingkat harga," ujarnya, mengutip Antara, Minggu (14/1).

Adapun, sektor perkantoran diprediksi paling banyak dipenuhi aktivitas dan relokasi yang dilakukan pelaku usaha, seperti e-dagang (e-commerce). Sementara, sektor residensial menengah ke bawah akan mendominasi penjualan sektor ini.


Untuk perhotelan, Ferry menilai, meski kinerjanya suam-suam kuku di tahun lalu, namun sektor ini diproyeksi menggeliat pada tahun ini, sejalan dengan penyelenggaraan Asian Games dan tahun politik jelang pemilihan kepala daerah.

Sebelumnya, Pengamat Properti dan Pendiri Panangian School of Property Panangian Simanungkalit menyatakan, orientasi pengembang tahun ini mengarah pada pembangunan properti yang bisa dijangkau oleh pasar generasi milenial.

Apalagi, menurut dia, segmen ini berpotensi untuk terus tumbuh hingga 10 tahun mendatang. Daya beli kelompok generasi ini di sektor properti karena dukunganh orangtua yang sudah mapan secara ekonomi.

Sedangkan kemampuan mereka sendiri, lanjutnya, dalam membeli properti biasanya hanya berkisar antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar.

Namun, ia mengingatkan bahwa jumlah penduduk dari segmen ini akan terus bertambah secara signifikan karena bonus demografi, sehingga berpengaruh pula terhadap industri properti secara keseluruhan.

Panangian menegaskan bahwa pasar milenial adalah pasar potensial yang akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada tahun 2030 mendatang. (Antara/bir)