Freeport Setor Dividen Cuma Rp1,4 Triliun ke Kantong Negara

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Senin, 15/01/2018 18:11 WIB
Freeport Setor Dividen Cuma Rp1,4 Triliun ke Kantong Negara Kementerian Keuangan mencatat setoran dividen Freeport sebesar Rp1,4 triliun tahun lalu atau lebih rendah dari 2011 silam yang mencapai Rp1,76 triliun. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat setoran pembagian laba (dividen) dari PT Freeport Indonesia yang masuk ke kantong negara melalui pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp1,4 triliun pada tahun lalu.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani mengatakan, setoran dividen tersebut terbilang besar lantaran dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah tak pernah mendapatkan setoran dari Freeport. Hal ini dikarenakan perusahaan mengklaim bahwa kondisi perusahaan tengah krisis, sehingga tak bisa memberi dividen.

Sayangnya, kalau dibayangkan dengan lima tahun sebelumnya, jumlah ini terbilang lebih rendah. "Pernah sebelumnya sampai Rp2 triliunan, bergantung bisnis dia (Freeport). Saya lupa angkanya, tapi bisa berkisar Rp1 triliun-Rp2 triliun," ujarnya di kantornya, Senin (15/1).


Pemerintah berhasil mengantongi dividen dari perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) lantaran memegang sekitar 9,36 persen saham Freeport. Selain itu, setoran dividen juga didukung oleh membaiknya harga batu bara internasional.

"PNBP batu bara dalam beberapa bulan ke belakang didukung harga batu bara yang trennya meningkat, sejalan dengan peningkatan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Oils Price/ICP)," terang Askolani.

Untuk tahun ini, pemerintah belum bisa memproyeksi berapa besaran dividen yang bisa didapat dari Freeport, termasuk estimasi dengan rencana divestasi sebesar 51 persen saham anak perusahaan Freeport-McMoran Inc itu ke tangan pemerintah Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat, PT Freeport Indonesia telah menyetor dividen intermin kepada negara sebesar US$24 juta atau setara Rp319,2 miliar pada Agustus 2017. Namun, secara kumulasi per tahun, jumlahnya sesuai dengan yang dicatat oleh Kemenkeu.

Sementara, Kementerian BUMN mencatat, setoran terakhir Freeport ke pemerintah sebesar US$202 juta atau sekitar Rp1,76 triliun pada 2011 silam. (bir)